Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PAD Tumbuh Tapi Belum Kuat, Fraksi Gerindra Desak Percepatan Optimalisasi

Faqih Humaini • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:49 WIB
Jubir Fraksi Gerindra DPRD Bondowoso, Abdul Majid (FAQIH/RJ)
Jubir Fraksi Gerindra DPRD Bondowoso, Abdul Majid (FAQIH/RJ)

 

BONDOWOSO, Radar Jember  – Fraksi Gerindra DPRD Bondowoso membunyikan alarm terhadap kondisi fiskal daerah setelah mencermati penurunan pendapatan pada APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi, penurunan ini dinilai sebagai sinyal serius yang tidak boleh diabaikan pemerintah daerah.

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Abdul Majid, mengungkapkan bahwa total pendapatan daerah tahun 2025 tercatat Rp 1,976 triliun atau turun Rp 39,74 miliar dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipicu merosotnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Data Kemiskinan Bondowoso Terus Jadi Sorotan, DPRD: Jangan Sampai Intervensi Salah Sasaran

“Transfer pusat turun Rp 82,23 miliar atau 4,78 persen. Ini bukan sekadar angka, tapi peringatan bahwa struktur fiskal kita masih rapuh,” tegas Majid di hadapan forum dewan.

 

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa APBD Bondowoso masih sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah pusat. Ketika transfer menurun, daerah belum memiliki kekuatan cukup untuk menutup kekurangan tersebut secara mandiri.

Baca Juga: Sempat Terkendala Server, OSN Bondowoso Dipastikan Lanjut, DPRD Soroti Fasilitas Minim

Di sisi lain, Fraksi Gerindra mengakui adanya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18,43 persen menjadi Rp 302,05 miliar. Namun capaian tersebut dinilai belum mampu mengimbangi penurunan transfer, apalagi realisasinya masih di angka 92,62 persen dari target.

Baca Juga: DPRD Bondowoso Sebut Warning Jadi Alarm Serius Soal Angka Kemiskinan Naik

“PAD memang tumbuh, tapi belum cukup kuat. Bahkan masih ada potensi sekitar Rp 24 miliar yang belum tergarap maksimal. Ini yang harus dikejar serius,” ujar Majid.

 

Gerindra menilai lemahnya optimalisasi pajak daerah menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya PAD. Beberapa sektor seperti PBB-P2 masih belum mencapai target, yang menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan dan penagihan.

Karena itu, Fraksi Gerindra mendesak pemerintah daerah segera melakukan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal. “Kalau tidak ada perubahan signifikan, penurunan pendapatan ini bisa berulang. Kita tidak boleh terus bergantung pada pusat,” pungkasnya. (faq)

 

 

Editor : Faqih Humaini
#Pemkab Bondowoso #DPRD Bondowoso #Bondowoso