TENGGARANG, Radar Ijen – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan penguatan Perumda Ijen Tirta tidak bisa dilakukan secara instan. Evaluasi menyeluruh menjadi langkah utama sebelum penyertaan modal benar-benar direalisasikan.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menyebut pembahasan bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD tidak hanya berhenti pada rencana penambahan modal, tetapi lebih pada pembenahan fundamental perusahaan.
“Yang utama adalah memastikan perusahaan ini sehat dan siap berkembang,” ujarnya.
Baca Juga: Realisasi Baru 32 Persen, Peremajaan Tebu Jadi Ujian Serius Target Gula di Bondowoso
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan secara komprehensif, mencakup kinerja, manajemen, tata kelola hingga sumber daya manusia.
Langkah ini dinilai penting agar penyertaan modal nantinya tidak sia-sia dan benar-benar berdampak.
Di sisi lain, Pemkab juga tengah menyiapkan analisis investasi dengan melibatkan penasihat profesional.
Tujuannya untuk memastikan setiap rupiah yang disuntikkan memiliki dasar perhitungan yang jelas dan berorientasi pada keuntungan.
Rencana bisnis juga disusun sebagai panduan arah pengembangan perusahaan ke depan
Dengan perencanaan yang matang, Perumda Ijen Tirta diharapkan mampu meningkatkan kinerja sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: Hasil OSN Belum Tercantum, Dispendik Bondowoso Langsung Koordinasi Intensif dengan Pusat
Terkait perubahan nomenklatur dari PDAM menjadi Perumda Ijen Tirta, Fathur Rozi menegaskan tidak ada kewajiban melakukan pergantian direksi.
Namun demikian, evaluasi tetap akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan.
“Evaluasi ini penting sebagai pijakan. Dari situ kita tentukan arah kebijakan berikutnya, termasuk soal penguatan perusahaan,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Bondowoso berharap Perumda Ijen Tirta tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi