Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fakultas Hukum Unibo Jadikan Desa Gubrih Pilot Project Pelayanan Berbasis Digital, Ini Program yang Akan Dilaksanakan

Ilham Wahyudi • Senin, 29 Juni 2026 | 15:48 WIB
Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari bersama perwakilan UNIBO membahas rencana program desa digital
Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari bersama perwakilan UNIBO membahas rencana program desa digital
 
GUBRIH, Radar Ijen - Digitalisasi pelayanan desa mulai digarap dari Bondowoso. Desa Gubrih dipilih sebagai proyek percontohan, sementara mahasiswa diterjunkan langsung untuk mengawal percepatan transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, bakal menjadi laboratorium pengembangan pelayanan desa berbasis digital di Bondowoso. 

Fakultas Hukum Universitas Bondowoso (Unibo) memilih desa tersebut sebagai pilot project sebelum model serupa diterapkan di desa-desa lain.

Program yang digagas Bidang Kemahasiswaan, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), dan Fakultas Hukum Unibo itu tak sekadar menghadirkan pendampingan.

Baca Juga: Hyundai Hillstate Berikan Nomor Keramat dan Bersejarah Untuk Megawati Hangestri Pertiwi di V-League 2026

Mahasiswa akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengawal proses digitalisasi pelayanan administrasi desa sekaligus mendampingi peningkatan kapasitas aparatur.

Sejumlah program telah disiapkan, mulai SimpelDesa Academy, workshop, hingga studi tiru. Keterlibatan mahasiswa juga diharapkan menjadi wadah pembelajaran berbasis praktik karena dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

"Program penguatan ini sangat menarik untuk ditindaklanjuti karena menekankan pada kolaborasi antar lembaga dan pemberdayaan mahasiswa," jelas Abrori, dosen Fakultas Hukum Unibo.

Baca Juga: Penerus Rivan Nurmulki Menjadi Pembeda dalam Final AVC Men’s Volleyball Cup 2026, Saat Indonesia Taklukan Korea Selatan

"Selain bisa mengkonversi SKS (Satuan Kredit Semester), ada nilai tambah lain terkait penguatan skill dan pengalaman nyata bagi mahasiswa," imbuhnya.

Dosen yang akrab disapa Cak Ab itu menuturkan, SimpelDesa Academy akan difokuskan pada pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur desa serta program internship (magang) bagi mahasiswa.

Baca Juga: Bukan Hanya Pecinta Voli, Ratu Bulutangkis Dunia Asal Korea Selatan Ternyata Kagumi Sosok Megawati Hangestri Pertiwi

Nantinya, mahasiswa akan terlibat langsung dalam agenda Workshop dan Studi Tiru Digitalisasi Desa sebagai bagian dari percepatan transformasi pelayanan publik di tingkat desa.

Kepala Desa Gubrih Abdul Bari menyambut baik program tersebut. Menurutnya, digitalisasi akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Nantinya, kepala desa bisa memberikan pelayanan administrasi menggunakan sistem tanda tangan barcode (kode batang), seperti yang telah banyak diterapkan di berbagai instansi pemerintah," pungkasnya. (*)

Editor : Ilham Wahyudi
#desa digital #Desa Gubrih #digitalisasi pelayanan #teknologi #Bondowoso