DABASAH, Ŕadar Ijen – Kesadaran menjaga kebersihan dan higienitas menjadi faktor krusial bagi pelaku industri rumah tangga (IRT) dalam memproduksi pangan olahan yang aman dan layak konsumsi.
Hal ini ditegaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso saat menggandeng BPOM Jember dalam upaya meningkatkan standar produksi pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. M. Jasin, menekankan bahwa kebersihan lingkungan produksi hingga peralatan menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pangan.
Baca Juga: Update Harga BBM di Bondowoso: Jalur Pertalite Hampir Tak Pernah Sepi Antrian
Menurutnya, produk yang higienis bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal.
Ia menyebut, masih banyak pelaku usaha rumahan yang belum sepenuhnya memperhatikan standar kebersihan, mulai dari penataan ruang produksi hingga pemilihan bahan baku.
Padahal, aspek tersebut sangat menentukan keamanan pangan yang dihasilkan.
“Kesadaran akan pentingnya higienitas harus menjadi budaya. Bukan hanya saat ada pembinaan, tetapi diterapkan dalam aktivitas produksi sehari-hari,” ujar Jasin.
Selain itu, potensi pencemaran pangan juga menjadi perhatian serius. Pencemaran biologis seperti bakteri dapat menyebabkan gangguan kesehatan secara cepat, sementara pencemaran kimia akibat bahan berbahaya justru berdampak jangka panjang dan sering tidak disadari.
Baca Juga: CATAT : Berikut Ini Jadwal babak 32 besar Piala Dunia 2026
Karena itu, pelaku IRT dituntut lebih teliti dalam setiap tahapan produksi, termasuk menjaga kebersihan tangan, peralatan, serta memastikan bahan yang digunakan aman dan sesuai standar. Proses pengemasan dan pelabelan juga tidak kalah penting dalam menjamin kualitas produk.
Dinas Kesehatan berharap, peningkatan kesadaran higienitas ini mampu mendorong produk pangan olahan Bondowoso naik kelas. Dengan standar kebersihan yang baik, produk IRT tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar yang semakin kompetitif. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi