Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pertamina Patra Niaga Sebut Mulai Lakukan Percepatan Distribusi BBM Subsidi di Area Bondowoso

Ilham Wahyudi • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:05 WIB
KEBUTUHAN: Sejumlah pengendara di Bondowoso menunggu giliran untuk mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU Tamansari.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
KEBUTUHAN: Sejumlah pengendara di Bondowoso menunggu giliran untuk mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU Tamansari.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

radar jember - PASCA naiknya harga BBM jenis Pertamax, antrian pengendara untuk membeli BBM Subsidi jenis Pertalite mulai terjadi di berbagai daerah, termasuk di Bondowoso. Hal tersebut membuat Pertamina melakukan berbagai langkah mitigasi, untuk mengatasi antrian yang mengular.

PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM subsidi di seluruh kabupaten/kota di Jatim dalam kondisi aman.

 Menyusul antrean Biosolar dan Pertalite yang terjadi di sejumlah SPBU dalam sepekan terakhir, perusahaan mempercepat distribusi melalui berbagai langkah mitigasi.

Baca Juga: Update Harga BBM di Bondowoso: Jalur Pertalite Hampir Tak Pernah Sepi Antrian

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi mengatakan, percepatan distribusi dilakukan sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan yang telah ditetapkan.

"Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite,” katanya.

Hingga kemarin (26/6) realisasi BBM subsidi jenis Pertalite di Bondowoso mencapai 96 persen atau 8.272 KL. Ahad menjelaskan, kuota berbeda dengan stok. Kuota adalah jumlah volume dalam Liter yang ditugaskan disalurkan oleh Pemerintah untuk disalurkan ke masyarakat melalui Pertamina. Sementara stok adalah ketersediaan barangnya.

Baca Juga: Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu? Begini Klarifikasi Pertamina Terkait Pembatasan Pembelian BBM

Kuota diberikan untuk setahun mulai dari 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pertamina berupaya sampai dengan akhir tahun kuota tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ahad juga menjelaskan, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran, dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan, Pertamina memprioritaskan pengiriman dari terminal BBM utama (supply point) serta melakukan alih suplai dari terminal terdekat menuju wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.

Tak hanya itu, mulai kemarin Pertamina juga menerapkan double alih suplai agar volume BBM yang dikirim semakin besar.

Mobil tangki pun dimaksimalkan untuk melayani daerah dengan tingkat permintaan tinggi maupun wilayah yang mengalami kendala pasokan. 

Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman, ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi.

 “Dengan segala mitigasi ini, diharapkan dapat segera mengurai antrian dan kondisi penyaluran kembali normal," ucapnya.

Pertamina menegaskan akan terus melakukan pemantauan pasokan dan distribusi secara berkala di lapangan. Seluruh proses operasional juga tetap mengedepankan aspek keselamatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi berlangsung sesuai ketentuan pemerintah. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #bbm subsidi #pertamina #Bondowoso