Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Harga BBM di Bondowoso: Jalur Pertalite Hampir Tak Pernah Sepi Antrian

Ilham Wahyudi • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:03 WIB
KEBUTUHAN: Sejumlah pengendara di Bondowoso menunggu giliran untuk mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU Tamansari.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
KEBUTUHAN: Sejumlah pengendara di Bondowoso menunggu giliran untuk mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU Tamansari.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

Tamansari, Radar Ijen - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter, sejak 10 Juni lalu. Memicu reaksi beragam dari warga dan pengendara. Bahkan, tak jarang pengendara beralih ke BBM jenis Pertalite karena dianggap lebih murah.

Seperti yang dilakukan Wahyudi, warga Kelurahan Badean. Ia mengaku mulai beralih ke Pertalite, meski harus mengantri selama kurang lebih 20 menit di SPBU Kotakulon, Bondowoso.

Dirinya mengetahui informasi kenaikan BBM jenis Pertamax dari media massa.

Selama ini, Wahyudi menggunakan Pertamax karena enggan mengantre. Namun, kali ini dirinya rela mengantri demi menyiasati kondisi ekonomi di tengah harga bahan pangan yang ikut melonjak.

Baca Juga: Petugas Pertashop Sigap Padamkan Api, Pertamina Patra Niaga Beri Apresiasi

Pengeluaran keluarga dirasa akan semakin membengkak jika dirinya bersikeras tetap menggunakan Pertamax. "Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, ya beli Pertalite saja untuk bertahan," jelasnya.

Sementara itu, antrean di jalur Pertalite SPBU Kembang terpantau tidak terlalu panjang. Begitu pula di jalur Pertamax yang terpantau sepi antrian.

Kondisi sepi ini terjadi lantaran jalan raya di depan SPBU Kembang tak lagi menjadi akses utama Bondowoso-Jember setelah Jembatan Sentong ambles.

Pemandangan berbeda terlihat di SPBU Tamansari. Jalur Pertalite tampak mengular hingga dua baris dengan panjang sekitar 10 meter.

Sementara di lajur Pertamax tak ada antrean panjang, meski pembeli datang silih berganti. "Tapi Pertalite memang begini sehari-hari antrinya," jelas seorang pria asal Kecamatan Tamanan yang ikut mengantre.

Baca Juga: Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu? Begini Klarifikasi Pertamina Terkait Pembatasan Pembelian BBM

Adista Prabudi, Pengawas SPBU Kembang, mengatakan bahwa sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan drastis peralihan konsumen ke Pertalite di tempatnya bertugas. "Kurang paham, ini kondisi sepi semua, baik Pertalite maupun Pertamax," jelasnya.

Kendati begitu, Adista memastikan pasokan Pertamax di areanya masih aman dan tetap berada di angka 8.000 liter per 2-3 hari. Begitu pula dengan kuota Pertalite yang stabil di angka 16.000 liter per hari.

"Tidak tahu juga, belum ada arahan lebih lanjut karena kan baru semalam naiknya," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang Bondowoso Samsudi memilih pertalite karena harganya lebih murah, meski sebelumnya biasanya mengisi pertamax.

Tak hanya itu, dia juga Harus mengantri panjang, sehingga butuh waktu lebih lama. “Kalau berangkat kerja, harus lebih pagi akhirnya. Biar tidak telat datang ke kantor,” ujarnya.

Sementara, Warga Kelurahan Dabasah, Nanang mengatakan, tetap membeli BBM jenis Pertamax, meski harganya lebih mahal. Hal tersebut dilakukan karena melihat antrian di SPBU yang selalu mengular. “Tetap pakai pertamax, malas untuk ngantri, panjang banget soalnya,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#harga pertalite #update pertamina #spbu bondowoso #Bondowoso