DABASAH, Radar Ijen - Festival Muharram 2026 tak hanya menjadi ajang syiar keagamaan. Selama pelaksanaannya pada 8–25 Juni, kegiatan tersebut juga menggerakkan ekonomi masyarakat dengan estimasi nilai transaksi mencapai sekitar Rp 3 miliar.
Keberhasilan Festival Muharram 2026 yang mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp 3 miliar mendorong Pemkab Bondowoso menyiapkan agenda serupa pada waktu mendatang.
Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa event daerah mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Baca Juga: MEMBANGGAKAN! Siswa SMA Asli Bondowoso Ini Tembus Sebagai Paskibraka Nasional
"Insya Allah setelah ini, kami akan adakan acara lagi terus seperti itu. Sudah dikonsep sebenarnya oleh teman-teman," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah akan terus mengevaluasi konsep kegiatan agar dampak ekonominya semakin besar. Termasuk membuka peluang menghadirkan format baru, tidak sekadar menambah lama pelaksanaan festival.
"Mungkin ada konsep yang baru. Misal dari dinas apa, seperti itu. Kalau masalah harinya nanti kami sebutkan nanti tidak sesuai. Tapi kita ikhtiarkan, iya, menyesuaikan," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso Hergiar Yuli Pramanto mengatakan, perputaran uang itu berasal dari aktivitas UMKM yang mengikuti bazar maupun pedagang di sekitar Alun-Alun Bondowoso.
"Berdasarkan hasil estimasi nilai transaksi langsung, selama pelaksanaan Festival Muharram mencapai sekitar 3 Miliar Rupiah,” katanya.
Menurut Hergiar, Festival Muharram merupakan agenda strategis Pemkab Bondowoso yang tidak hanya memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi syariah daerah. Tahun ini, pelaksanaan festival berkolaborasi dengan Bank Indonesia melalui program Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA).
Dengan capaian transaksi miliaran rupiah tersebut, Festival Muharram dinilai tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi dan peningkatan pendapatan pelaku UMKM di Bondowoso. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi