Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wali Murid di Bondowoso Menanti Evaluasi Menu MBG Usai Libur Sekolah

Ilham Wahyudi • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:58 WIB
DIDAMPINGI: Orang tua siswa di Kecamatan Wringin, menjemput anaknya di sekolah. Sejumlah orang tua atau wali murid juga menantikan evaluasi terkait menu MBG yang dibagikan.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DIDAMPINGI: Orang tua siswa di Kecamatan Wringin, menjemput anaknya di sekolah. Sejumlah orang tua atau wali murid juga menantikan evaluasi terkait menu MBG yang dibagikan.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

radar jember - LIBUR sekolah menjadi jeda bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di balik berhentinya distribusi, relawan terpaksa mencari nafkah di tempat lain. Sementara itu, para orang tua berharap masa jeda dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas makanan yang diterima siswa.

Penghentian sementara penyaluran MBG selama libur sekolah tak hanya berdampak pada penerima manfaat.

 Para relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga kehilangan sumber penghasilan sehingga harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Salah Sedikit Gerobak Bisa Mental! Frengky Nyaris Tergelincir Saat Distribusikan MBG ke Pelosok Desa di Bondowoso

AB, salah seorang relawan SPPG di Kecamatan Grujugan, mengaku pada masa libur sekolah sebelumnya distribusi MBG masih tetap dilakukan untuk kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Namun, kali ini seluruh aktivitas benar-benar dihentikan.

Kondisi tersebut memaksanya mencari pekerjaan tambahan selama sekitar tiga pekan atau hingga operasional SPPG kembali berjalan.

 "Terpaksa cari tambahan kerja lain dulu," ungkapnya.

Di sisi lain, penghentian distribusi MBG selama libur sekolah mendapat respons beragam dari masyarakat. Wahyudi, warga Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, menilai kebijakan tersebut tidak menjadi persoalan selama memang merupakan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: 80 Dapur SPPG MBG di Bondowoso Berhenti Beroperasi Selama Tiga Pekan

"Kalau bukan ketentuan lalu tidak dibagi, baru itu diprotes. Kalau memang sudah ketentuan ya tidak apa-apa," jelasnya.

Namun, ayah dua anak itu berharap masa jeda penyaluran dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi kualitas menu MBG. Menurutnya, anaknya beberapa kali menerima buah dengan ukuran maupun kualitas yang kurang layak, seperti pisang yang hanya sebesar jempol tangan atau jeruk yang terlalu kecil.

"Jangan hanya pas waktu diunggah saja, di medsos saja gambarnya begini, padahal di lapangan tidak sesuai ekspektasi," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#program mbg #Menu MBG #wali murid #Bondowoso