radar jember - PROGRAM Medis Operatif Wanita (MOW) di Kabupaten Bondowoso tak hanya bergantung pada tingginya animo peserta, tetapi juga kesiapan fasilitas penunjang. RSUD dr. Koesnadi Bondowoso pun memaksimalkan seluruh sarana yang ada demi memastikan pelayanan berjalan lancar dan aman bagi pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch. Jasin, menjelaskan bahwa pihaknya berperan menyiapkan fasilitas utama pelaksanaan kegiatan. Mulai dari ruang pendaftaran, ruang tunggu, kamar operasi, hingga ruang pemulihan pasca tindakan telah dipersiapkan sesuai standar pelayanan medis.
Baca Juga: Solusi Pengendalian Kelahiran di Bondowoso! Program MOW Jadi Pilihan Bijak
Menurutnya, tingginya jumlah peserta membuat pengaturan ruang harus dilakukan secara fleksibel. Salah satu langkah yang diambil adalah memanfaatkan ruang aula sebagai tempat observasi pasien setelah menjalani operasi. “Setelah tindakan, pasien butuh waktu sekitar satu jam untuk observasi sebelum diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Namun, kapasitas ruang dalam rumah sakit tetap memiliki keterbatasan. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pihak rumah sakit menyiapkan area tambahan di luar gedung. Hal ini bukan karena kekurangan ruang utama, melainkan strategi agar pelayanan tetap optimal tanpa mengganggu aktivitas medis lainnya di dalam rumah sakit.
“Kami siapkan juga tenda di luar sebagai alternatif jika ruang aula penuh. Ini sudah menjadi pola setiap tahun, jadi kita sudah terbiasa mengatur alur pasien seperti ini,” jelas dr. Jasin. Dengan sistem tersebut, seluruh peserta tetap mendapatkan pelayanan tanpa harus menunggu terlalu lama.
Baca Juga: Kuota Terbatas, Antusias Tinggi, Target 82 Akseptor MOW Bondowoso Tercapai 100 Persen
Menariknya, pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur TNI. Personel dari Yonif 514 turut membantu, termasuk dalam penyediaan tempat tidur tambahan bagi pasien. Keterlibatan ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan masyarakat.
Dr. Jasin berharap, ke depan pemenuhan fasilitas bisa terus ditingkatkan seiring tingginya minat masyarakat. Ia menilai program ini sangat penting dalam mendukung pengendalian penduduk serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga. “Harapannya kegiatan ini terus berlanjut, dan tahun depan jumlah peserta bisa bertambah dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi