Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Solusi Pengendalian Kelahiran di Bondowoso! Program MOW Jadi Pilihan Bijak

Faqih Humaini • Minggu, 21 Juni 2026 | 17:13 WIB
DIRAWAT: Sejumlah perempuan saat usai menajalani program MOW di RSUD Koeasnadi Bondowoso.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
DIRAWAT: Sejumlah perempuan saat usai menajalani program MOW di RSUD Koeasnadi Bondowoso.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

KOTA KULON, Radar Ijen – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso terus menggencarkan edukasi pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program Medis Operatif Wanita (MOW). Program ini dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam membangun keluarga yang lebih sehat dan berkualitas.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan 82 akseptor MOW. Jumlah tersebut sebenarnya melampaui target awal yang hanya 70 peserta, setelah mendapat tambahan kuota dari pemerintah provinsi melalui BKKBN.

Baca Juga: Kuota Terbatas, Antusias Tinggi, Target 82 Akseptor MOW Bondowoso Tercapai 100 Persen  

“Ini bukan karena minat menurun, justru peminatnya tinggi. Kita bahkan mencatat sekitar 300 orang, namun kuota tahun ini dibatasi 82,” ungkap kepala dinas yang menggemari bola voli ini.

Menurutnya, program MOW memiliki manfaat besar dalam membantu keluarga merencanakan jumlah anak secara matang.

Terutama bagi pasangan yang telah memiliki lebih dari dua anak, metode ini menjadi salah satu pilihan yang disarankan pemerintah untuk menjaga kualitas hidup keluarga, baik dari sisi kesehatan ibu maupun kesejahteraan anak.

Seluruh peserta yang mengikuti program ini berasal dari berbagai kecamatan di Bondowoso. Sebelum tindakan dilakukan, mereka harus melalui proses seleksi dan screening kesehatan yang ketat di 25 puskesmas. Hal ini untuk memastikan peserta dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta yang berisiko saat tindakan medis dilakukan.

Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS

“Tidak ada batasan usia, yang penting masih dalam usia produktif dan secara medis masih memungkinkan untuk hamil. Kalau sudah menopause tentu tidak relevan mengikuti program ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, pejabat asli Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu menegaskan bahwa MOW bukan satu-satunya metode kontrasepsi permanen. Pemerintah juga menyediakan program Medis Operatif Pria (MOP) atau vasektomi.

Tahun ini, Bondowoso menargetkan 10 peserta MOP yang pelaksanaannya direncanakan di puskesmas dengan dukungan tenaga medis terlatih.

Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat program keluarga berencana, tidak hanya dari sisi pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas generasi.

“Sisa peminat yang belum terakomodir tetap akan kita layani melalui program daerah dengan dukungan APBD dan kerja sama rumah sakit, termasuk penggunaan teknologi laparoskopi yang lebih minim risiko,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#kb mow #kepala dinsos #dinsos #Bondowoso