Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sensor Gunung Raung Wajib Dicek Berkala

Ilham Wahyudi • Minggu, 21 Juni 2026 | 19:39 WIB

 

DIRAWAT: Petugas pos pantau Gunung Raung melakukan perawatan alat yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung berapi tersebut.(DOK POS PANTAU GUNUNG RAUNG)
DIRAWAT: Petugas pos pantau Gunung Raung melakukan perawatan alat yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung berapi tersebut.(DOK POS PANTAU GUNUNG RAUNG)

 

JAMPIT, Radar Ijen - Badan Geologi melakukan perawatan Stasiun Seismik dan GPS Mlaten (MLTN) Gunung Raung di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kab. Bondowoso Rabu (17/6). Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem pemantauan aktivitas Gunung Raung tetap bekerja optimal.

Perawatan stasiun yang berada di ketinggian 1.173 meter di atas permukaan laut itu juga melibatkan mahasiswa Jurusan Fisika konsentrasi Ilmu Bumi Universitas Udayana (Unud), Denpasar. 

Ketua Pos Pengamatan Gunung Raung Agung Tri Subekti mengatakan, Stasiun Mlaten merupakan satu dari lima stasiun yang memasok data ke Pos Pengamatan Gunung Raung. Karena itu, seluruh perangkat diperiksa secara berkala. "Kami cek semuanya, mulai dari voltase baterai, voltase panel surya, hingga output ke sensor-sensor," jelasnya.

Baca Juga: Gelombang Perbaikan Jalan Swadaya di Bondowoso Terus Bermunculan

Menurut dia, seismograf berfungsi merekam aktivitas kegempaan Gunung Raung, sedangkan GPS digunakan untuk mendeteksi deformasi tubuh gunung akibat pergerakan magma.

Agung juga menjelaskan, pengiriman data dari Stasiun Mlaten tidak bisa dilakukan secara langsung ke Pos Pengamatan Gunung Raung di Songgon, Banyuwangi.

Sinyal harus diteruskan melalui Puncak Ijen, Pos Ijen, dan Rogojampi karena terhalang bentang pegunungan. 

"Sinyal tidak bisa langsung dikirim ke pos (Raung, red) karena jalurnya tertutup gunung," ungkapnya.

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Raung masih berada pada Status Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah puncak dalam radius tiga kilometer. "Jangan menuruni kaldera serta bermalam di kawasan kawah," tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Raung dapat diakses melalui situs maupun aplikasi Magma Indonesia.

"Imbauannya seperti biasa, jangan mudah termakan hoaks," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#unud denpasar #gunung raung #Ijen #UNUD #Bondowoso