Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kuota Terbatas, Antusias Tinggi, Target 82 Akseptor MOW Bondowoso Tercapai 100 Persen  

Faqih Humaini • Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:54 WIB
DIRAWAT: Salah satu pasien usai mengikuti MOW di RSUD Koesnadi Bondowoso (FAQIH/RJ)
DIRAWAT: Salah satu pasien usai mengikuti MOW di RSUD Koesnadi Bondowoso (FAQIH/RJ)

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Pelayanan Keluarga Berencana (KB) metode Medis Operatif Wanita (MOW) di Kabupaten Bondowoso dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 mencatat capaian maksimal.

Dari total kuota 82 akseptor, seluruhnya berhasil terpenuhi meski jumlah peminat jauh lebih tinggi.

Kepala Dinas Sosial, Permberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Mohammad Imron, mengatakan bahwa sebenarnya minat masyarakat sangat besar.

Baca Juga: Ekonomi Warga Terdampak, DPRD Jatim Minta Proyek Jembatan Sentong Dipercepat

Bahkan, jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 orang, namun yang bisa dilayani tahun ini hanya 82 peserta karena keterbatasan kuota.

“Dari target awal 70, kemudian ada tambahan 12 dari provinsi sehingga total 82. Alhamdulillah semuanya terpenuhi. Jadi bukan karena minat berkurang, tapi memang kita dibatasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh peserta merupakan hasil seleksi dari 25 puskesmas di Bondowoso. Proses screening kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan peserta tidak memiliki penyakit penyerta dan memenuhi syarat medis untuk menjalani tindakan MOW.

Baca Juga: Festival Muharram 1448 H Dibuka, Bupati Dorong Ekonomi Syariah Berbasis UMKM  

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, menyebut penurunan kuota tahun ini terjadi secara nasional.

Hal itu dipicu oleh pengurangan anggaran APBN hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Dulu bisa sampai sekitar 125, sekarang hanya 82. Ini kebijakan nasional, tapi seluruhnya bisa terserap dan Bondowoso tetap mencapai 100 persen,” jelasnya.

 

Meski kuota terbatas, pemerintah memastikan pelayanan tetap berlanjut. Imron menegaskan, peserta yang belum terakomodasi akan dilayani melalui program daerah dengan dukungan anggaran APBD serta kerja sama fasilitas kesehatan.

Program KB ini diharapkan tidak hanya mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga meningkatkan kualitas keluarga.

 Pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan sebagai alternatif selain MOW.

 

 

Editor : Faqih Humaini
#Pemkab Bondowoso #Dinsos Bondowoso #Bondowoso