Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Punya Banyak Potensi, Disparbudpora Bondowoso Genjot Promosi Warisan Megalitikum

Ilham Wahyudi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:12 WIB
IKONIK: Salah seorang seniman di Bondowoso menampilkan tari singo ulung, dalam pembukaan Festival Jejak Purba di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, kemarin. (ILHAM/JPRJ)
IKONIK: Salah seorang seniman di Bondowoso menampilkan tari singo ulung, dalam pembukaan Festival Jejak Purba di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, kemarin. (ILHAM/JPRJ)

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memiliki seribu lebih, benda megalitik yang tersebar hampir di 23 kecamatan yang ada. Maka tak heran, jika upaya memperkenalkan kekayaan megalitikum Bondowoso terus dilakukan. 

Salah satunya melalui gelaran Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, yang dimulai sejak kemarin (19/6). Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari.

Kepala Disparbudpora Bondowoso Gede Budiawan mengatakan, Bondowoso memiliki 1.423 benda cagar budaya megalitikum. Jumlah tersebut menjadi potensi besar yang harus terus dikenalkan kepada masyarakat, terutama sebagai destinasi wisata edukasi.

Meski demikian, promosi warisan budaya itu masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. "Memang tantangan kita, PR (pekerjaan rumah) kita," ujarnya.

Baca Juga: PLN ULP Bondowoso Sebut Akibat Gangguan Pembangkit Listrik, Masyarakat Kian Resah

Pria yang akrab disapa Budi itu menilai, selama ini pelestarian benda megalitikum dilakukan bersama Juru Pelihara dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan, Disparbud Provinsi Jawa Timur, serta Disparbudpora Bondowoso

Selain itu, pemerintah daerah juga menggratiskan kunjungan ke Museum Terbuka Megalitikum, terutama bagi kalangan pelajar. Kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat fungsi edukasi sekaligus mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda.

Disparbudpora juga menggandeng Dinas Pendidikan agar promosi megalitikum dapat menjangkau lebih banyak sekolah. "Kami berharap betul promosi megalitikum ini bisa berkelanjutan," imbuhnya.

Baca Juga: Usaha Terancam Rugi, Aktivitas Bisa Lumpuh, Pemadaman Listrik di Bondowoso Terus Menerus?

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso Nunung Setianingsih menegaskan, jejak peradaban masa lalu yang tersimpan dalam situs megalitik, tradisi, kesenian rakyat, dan berbagai nilai kearifan lokal merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi, pembelajaran, dan kekuatan untuk membangun masa depan.

Seni, tradisi, dan budaya juga berperan memperkuat jati diri daerah, menumbuhkan kebanggaan generasi muda, serta mempererat persatuan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Bondowoso mengapresiasi komunitas seni, pegiat budaya, akademisi, hingga berbagai pihak yang selama ini konsisten berkontribusi dalam pelestarian budaya.

Baca Juga: Aplikasinya Memang Banyak, Tapi Warga Bondowoso Belum Banyak Tahu?

"Pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, dan masyarakat," pungkasnya. (ham)

Editor : Ilham Wahyudi
#Disparbudpora Bondowoso #Megalitik Bondowoso #Museum Terbuka Megalitik Bondowoso #megalitikum #festival