Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hasil Riset Tak Boleh Berhenti di Dokumen? Pemkab  Bondowoso Tindak Lanjut Hasil dan Rekomendasi ICN

Ilham Wahyudi • Jumat, 19 Juni 2026 | 14:07 WIB
BERSINERGI: Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi memberikan cinderamata kepada akademisi yang menjadi pembicara dalam Desiminasi Hasil Penelitian.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
BERSINERGI: Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi memberikan cinderamata kepada akademisi yang menjadi pembicara dalam Desiminasi Hasil Penelitian.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

DABASAH, Radar Ijen – Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen menindaklanjuti hasil riset dan rekomendasi yang disusun Ijen Cendekia Nusantara (ICN) sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat layanan publik berbasis digital.

Sekretaris Daerah Bondowoso Fathur Rozi mengatakan, hasil penelitian Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI) 2026 menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus memperkuat indeks masyarakat digital.

Menurut Fathur, riset tersebut juga mengungkap masih adanya kesenjangan, antara kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital.

Baca Juga: KDMP Masih Bingung Lahan? Forum Koperasi Desa Merah Putih Bondowoso Ancam Kembali Turun Kalau Tak Ada Tindak Lanjut

Karena itu, berbagai rekomendasi ICN mulai direspons melalui program peningkatan, kompetensi digital dan penguatan akses jaringan yang dijalankan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). 

"Sebagian rekomendasi yang disampaikan teman-teman ICN sebenarnya sudah mulai dijawab melalui kegiatan tersebut," katanya.

Fathur menegaskan, penguatan demokrasi digital tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, hingga organisasi non pemerintah menjadi kunci agar pelayanan publik semakin berkualitas.

Baca Juga: Wabup Bondowoso Optimis Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia Dinilai Jadi Solusi Penguatan Peternak Rakyat

Ia juga mendukung rekomendasi reaktivasi Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID). Menurutnya, desa merupakan garda terdepan pelayanan publik sehingga penguatan sistem digital di tingkat desa menjadi kebutuhan.

"Desa adalah pelayan publik pertama dan ujung tombak. Karena itu tidak boleh menjadi entitas yang terpisah antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa," katanya.

Fathur berharap hasil penelitian ICN tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan menjadi pijakan bersama dalam mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital di Bondowoso.

"Harapan kami hasil penelitian ini perlu dikawal bersama dan ditindaklanjuti," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Pemkab Bondowoso #Sekda Bondowoso #Bondowoso