Benang kusut pembangunan KDKMP di Bondowoso kian mengerucut pada persoalan klasik: lahan.
Dari ratusan koperasi yang ditargetkan berdiri, lebih dari separuh belum terealisasi, memicu desakan keras FKDKMP agar pemerintah segera bergerak cepat sebelum program ini benar-benar mandek di tengah jalan.
FAQIH HUMAINI, TEGGARANG, Radar Ijen
Forum Komunikasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (FKDKMP) Bondowoso menegaskan sikapnya terkait lambannya penyediaan lahan dalam program koperasi. Hal tersebut disampaikan usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Bondowoso, Sekretaris Daerah, dan jajaran OPD, kemarin (17/6).
Ketua FKDKMP Bondowoso, Martin Zulkarnain, menyebut RDP merupakan tindak lanjut dari pernyataan sikap sebelumnya yang menyoroti persoalan utama ketersediaan lahan.
Dari hasil pertemuan, forum menilai ada respons positif dari pemerintah daerah, khususnya komitmen Satgas yang diwakili Sekda untuk segera menindaklanjuti melalui rapat kerja lanjutan bersama DPRD.
Menurutnya, persoalan lahan menjadi perhatian serius. Dari total 219 koperasi yang direncanakan, baru 108 yang terealisasi. Artinya, lebih dari 50 persen masih belum terbangun.
Bahkan, terdapat 26 desa yang hingga kini masih berstatus kosong tanpa progres pembangunan.
“Ini sudah delapan bulan berjalan, tapi kami belum mengetahui secara jelas perkembangan penyediaan lahannya,” ujarnya.
Selain itu, forum juga menyoroti belum adanya transparansi terkait progres yang dilakukan Satgas. Padahal, sesuai instruksi presiden, percepatan penyediaan lahan seharusnya menjadi prioritas. FKDKMP pun meminta pemerintah daerah segera melakukan survei dan kajian konkret agar pembangunan koperasi tidak semakin tertinggal.
FKDKMP juga menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur dari pemerintah daerah untuk menjawab keluhan para pengurus koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Sebab, keterlambatan ini dinilai dapat menghambat target pembangunan koperasi yang telah dicanangkan.
Terkait sisa pembangunan yang belum terealisasi, FKDKMP memastikan akan terus melakukan pengawasan.
Mereka menegaskan tidak akan berhenti sampai ada langkah nyata dari pemerintah. “Kalau tidak ada tindak lanjut konkret, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.
FKDKMP berharap hasil RDP tidak berhenti pada wacana, melainkan segera diwujudkan dalam langkah nyata, khususnya percepatan penyediaan lahan. Dengan demikian, program koperasi desa/kelurahan merah putih di Bondowoso dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (bud)
Editor : M. Ainul Budi