Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Industri Rumah Tangga Digembleng, Dinkes Bondowoso Tekan Risiko Pangan Berbahaya

Faqih Humaini • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:46 WIB

 

dr. Moch Jasin (kiri) bersama pemateri dari BPOM Jember saat melakukan Bimtek CPPOB-IRT
dr. Moch Jasin (kiri) bersama pemateri dari BPOM Jember saat melakukan Bimtek CPPOB-IRT

 

BONDOWOSO, Radar Jember  – Upaya meningkatkan kualitas dan keamanan pangan olahan terus digenjot. Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso menggandeng BPOM Jember menggelar Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bagi Industri Rumah Tangga (CPPOB-IRT), Kamis (18/6), di Hotel Ijen View Bondowoso.

Sebanyak 80 pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRT) mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch Jasin, secara langsung membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan.

Menurut Jasin, pelaku IRT memiliki peran strategis dalam menyediakan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan dalam proses produksi harus terus ditingkatkan.

“Hari ini kita memberikan pengetahuan dan skill kepada para pengusaha bagaimana memproduksi pangan yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Bondowoso: Investasi Bukan Hanya Sekadar Angka, Pemerintah Wajibkan Dampak Nyata ke Warga

Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali berbagai materi penting. Mulai dari penataan lokasi usaha yang higienis, standar bangunan produksi, hingga penggunaan peralatan yang sesuai ketentuan keamanan pangan.

Tak hanya itu, narasumber dari BPOM Jember juga memberikan pemahaman terkait pemilihan bahan baku yang aman, pemeliharaan peralatan pascaproduksi, hingga tata cara pelabelan produk yang benar.

Peserta juga mendapat materi terkait potensi pencemaran pangan. Baik pencemaran fisik, kimia, maupun biologis yang dapat membahayakan kesehatan konsumen jika tidak diantisipasi dengan baik.

Baca Juga: Petugas Pertashop Sigap Padamkan Api, Pertamina Patra Niaga Beri Apresiasi

Jasin menjelaskan, pencemaran biologis seperti bakteri biasanya berdampak cepat, seperti gangguan pencernaan hingga keracunan. Sementara pencemaran kimia, misalnya akibat penggunaan boraks, berdampak jangka panjang dan sering tidak langsung disadari.

 

Sebagai tindak lanjut, peserta diminta melakukan penilaian mandiri melalui checklist yang disediakan. Hasilnya akan dievaluasi oleh Dinas Kesehatan sebagai dasar pembinaan lanjutan.

Baca Juga: DPC PDIP Bondowoso Siapkan Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air

Melalui kegiatan ini, Dinkes berharap pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik sehari-hari.

Pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan, termasuk dalam peningkatan standar produksi hingga pengurusan izin usaha.

“Harapannya produk pangan olahan Bondowoso semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasaran,” pungkasnya.

 

 

Editor : Faqih Humaini
#Pemkab Bondowoso #Dinkes Bondowoso #Bondowoso