Sebanyak 80 pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRT) mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch Jasin, secara langsung membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan.
Menurut Jasin, pelaku IRT memiliki peran strategis dalam menyediakan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan dalam proses produksi harus terus ditingkatkan.
“Hari ini kita memberikan pengetahuan dan skill kepada para pengusaha bagaimana memproduksi pangan yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Bondowoso: Investasi Bukan Hanya Sekadar Angka, Pemerintah Wajibkan Dampak Nyata ke Warga
Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali berbagai materi penting. Mulai dari penataan lokasi usaha yang higienis, standar bangunan produksi, hingga penggunaan peralatan yang sesuai ketentuan keamanan pangan.
Tak hanya itu, narasumber dari BPOM Jember juga memberikan pemahaman terkait pemilihan bahan baku yang aman, pemeliharaan peralatan pascaproduksi, hingga tata cara pelabelan produk yang benar.
Peserta juga mendapat materi terkait potensi pencemaran pangan. Baik pencemaran fisik, kimia, maupun biologis yang dapat membahayakan kesehatan konsumen jika tidak diantisipasi dengan baik.
Baca Juga: Petugas Pertashop Sigap Padamkan Api, Pertamina Patra Niaga Beri Apresiasi
Jasin menjelaskan, pencemaran biologis seperti bakteri biasanya berdampak cepat, seperti gangguan pencernaan hingga keracunan. Sementara pencemaran kimia, misalnya akibat penggunaan boraks, berdampak jangka panjang dan sering tidak langsung disadari.
Sebagai tindak lanjut, peserta diminta melakukan penilaian mandiri melalui checklist yang disediakan. Hasilnya akan dievaluasi oleh Dinas Kesehatan sebagai dasar pembinaan lanjutan.
Baca Juga: DPC PDIP Bondowoso Siapkan Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air
Melalui kegiatan ini, Dinkes berharap pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik sehari-hari.
Pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan, termasuk dalam peningkatan standar produksi hingga pengurusan izin usaha.
“Harapannya produk pangan olahan Bondowoso semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasaran,” pungkasnya.
Editor : Faqih Humaini