Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Momen Tahun Baru Islam 1448 Hijriah: Ratusan Pelajar di Bondowoso Kompak Pawai Lampion

Ilham Wahyudi • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:50 WIB
KREATIF: Sejumlah siswa di Bondowoso membawa lentera hasil kreasi dari barang bekas serta barang ramah lingkungan.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
KREATIF: Sejumlah siswa di Bondowoso membawa lentera hasil kreasi dari barang bekas serta barang ramah lingkungan.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

DABASAH, Radar Ijen – Ribuan titik cahaya bergerak perlahan menyusuri jalan-jalan protokol Kota Bondowoso, Selasa (16/6) malam.

Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengarak lampion untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Tak sekadar pawai, kreativitas para pelajar menjadi daya tarik tersendiri. Lampion yang mereka bawa hadir dalam berbagai bentuk.

Mulai bulan sabit, bunga teratai, tumpeng, hingga janur kuning yang dirangkai menyerupai lentera.

Baca Juga: Soal Penambahan Modal Perumda Ijen Tirta Bondowoso: Pansus Tunggu Hasil Audit Inspektorat

Menariknya, sebagian besar lampion dibuat dari barang bekas. Pelajar SMP Negeri 5 Bondowoso, misalnya, memanfaatkan sendok plastik dan galon bekas menjadi lampion berbentuk bunga.

"Ini dari sendok bekas, dari galon bekas juga," jelas Imah, siswi SMP Negeri 5 Bondowoso.

Berbeda dengan peserta lainnya, SMP Negeri 7 Bondowoso memilih bahan yang lebih ramah lingkungan. Mereka menggunakan janur kuning yang dikreasikan menjadi lampion.

Diiringi lantunan selawat dan lagu-lagu religi, para pelajar berjalan mengelilingi kawasan kota. Momentum pergantian tahun Hijriah pun dikemas menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran.

Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Safi'i mengatakan, pawai lampion menjadi ikhtiar mengajak masyarakat mengenang kembali semangat hijrah Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan yang positif.

Baca Juga: Sambut Ajaran Baru, Pemkab Bondowoso bersama Baznas Beri Bantuan Siswa dengan Paket Seragam

Menurutnya, lampion menyimpan filosofi tentang perjalanan, kebersamaan, dan harapan. 

"Lampion itu bercahaya. Berharap perjalanan kita dalam menjalani kehidupan di tahun 1448 H ini terus bercahaya, terang benderang, dan penuh dengan keberuntungan," jelasnya.

Tak hanya sarat pesan moral, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi. Ramainya warga yang memadati lokasi pawai turut menggerakkan lapak-lapak UMKM di sekitar area kegiatan.

"Sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Taufan Restuanto menyebut, sebanyak 36 sekolah ambil bagian dalam pawai tersebut.

Terdiri atas 15 SD, 11 SMP, serta sembilan SMA/SMK/MA. "Ini merupakan rangkaian dari Festival Muharram," ujarnya.

Menurut Taufan, pawai lampion bukan sekadar berjalan membawa hiasan bercahaya.

Ada nilai gotong royong saat proses pembuatan, ruang untuk mengasah kreativitas, hingga penguatan karakter bagi para pelajar. "Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#pawai lampion #Tahun Baru Islam #Bondowoso