Radar Ijen - Angelica Theona Putri menjadi pelajar asal Bondowoso yang menembus seleksi nasional Paskibraka. Di balik langkah tegap dan tatapan, tersimpan kisah tentang seorang remaja yang pernah berjuang melawan keraguan terhadap dirinya sendiri.
Siswi SMAN 1 Tenggarang itu, kini tinggal selangkah lagi menggapai mimpi yang bahkan mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Bagi banyak orang, lolos hingga tahap calon Paskibraka nasional adalah prestasi yang membanggakan. Namun, bagi Angel, perjalanan itu lebih dari sekadar seleksi. Ada proses panjang yang mengajarkannya tentang keberanian, disiplin, dan keyakinan pada kemampuan diri.
Perjuangan itu tak selalu mudah. Sebelum berdiri sejauh ini, Angel mengaku pernah menjadi pribadi yang kurang percaya diri.
“Awalnya saya termasuk orang yang kurang percaya diri. Melalui Paskibraka ini saya belajar untuk lebih yakin pada kemampuan diri sendiri,” kata Angelica Theona Putri.
Dia juga mengaku, terus berusaha menjaga fokus dan tidak mudah terdistraksi oleh hal-hal yang dapat mengganggu tujuan yang dia capai selama ini. Termasuk dengan notifikasi handphone.
Paskibraka, bagi Angel, bukan sekadar barisan rapi di lapangan upacara. Setiap tahapan seleksi menjadi ruang belajar yang membentuk karakter.
Ia ditempa untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, tangguh secara mental, dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca Juga: Andalkan Pasokan Petani Lokal, PG Prajekan Bondowoso Targetkan Produksi 40 Ribu Ton Gula
Di tengah proses itu, dukungan tak pernah putus mengalir. Keluarga, guru, pelatih, hingga Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjadi energi yang membuat langkahnya tetap mantap menghadapi setiap tahapan seleksi.
Keberhasilan Angel pun disambut bahagia oleh keluarga besar SMAN 1 Tenggarang. Kepala sekolah Ahmad Junaidi menilai capaian tersebut lahir dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan dan semangat pantang menyerah.
“Kami berharap ia dapat terus menjaga kesehatan, fokus mengikuti setiap tahapan seleksi, dan memberikan hasil terbaik untuk mengharumkan nama sekolah, daerah, serta Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Ahmad Junaidi, keberhasilan Angel membuktikan bahwa pelajar dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di panggung nasional. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk berproses dan keberanian untuk terus mencoba.
Kisah Angel menjadi pengingat bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari rasa percaya diri yang besar. Kadang, mimpi itu justru tumbuh dari keberanian mengalahkan ketakutan-ketakutan kecil dalam diri sendiri.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Pom Mini di Bondowoso Ini Meledak, Makan Korban dan Begini Kronologinya
Kini, harapan itu tak lagi menjadi milik Angel seorang. Bondowoso ikut menitipkan doa agar siswi SMAN 1 Tenggarang tersebut mampu menuntaskan perjuangannya hingga tingkat nasional.
Jika kelak berhasil lolos, maka Angel perpesan sederhana bagi banyak anak muda. Bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah.
Sebab, kerja keras, kedisiplinan, dan keyakinan pada diri sendiri sering kali menjadi jalan yang mengantarkan seseorang menuju tempat yang sebelumnya terasa mustahil untuk dicapai. (ham/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh