Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Andalkan Pasokan Petani Lokal, PG Prajekan Bondowoso Targetkan Produksi 40 Ribu Ton Gula

Faqih Humaini • Senin, 15 Juni 2026 | 21:39 WIB
DIANGKUT: Tebu lokal saat akan di proses menjadi gula. Produksi gula Bondowoso masih menjadi komodasi lokal yang diminati.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
DIANGKUT: Tebu lokal saat akan di proses menjadi gula. Produksi gula Bondowoso masih menjadi komodasi lokal yang diminati.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

PRAJEKAN, Radar Ijen – Pabrik Gula (PG) Prajekan mulai menjalankan musim giling tahun ini dengan dukungan penuh dari petani tebu lokal.

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Bondowoso memastikan pasokan bahan baku dalam jumlah besar untuk mendukung target produksi gula.

Ketua APTRI Bondowoso, Rolis Wikarsono, menyebut kondisi tanaman tebu tahun ini cukup ideal. Faktor cuaca yang mendukung serta proses budidaya yang berjalan tepat waktu membuat kualitas dan produktivitas tebu relatif lebih baik dibanding sebelumnya.

“Dari sisi petani, kondisi tanaman tebu cukup bagus. Ini karena cuaca mendukung dan proses budidaya berjalan tepat waktu,” ujarnya.

Untuk musim giling tahun ini, PG Prajekan ditarget menerima bahan baku sekitar 5,5 juta kuintal atau setara 550 ribu ton tebu. Dari jumlah tersebut, produksi gula diproyeksikan mencapai minimal 40 ribu ton.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Pom Mini di Bondowoso Ini Meledak, Makan Korban dan Begini Kronologinya

Rolis menjelaskan, seluruh pasokan tebu tersebut berasal dari sekitar 750 petani anggota APTRI Bondowoso dengan luas lahan lebih dari 6.000 hektare.

Produksi tebu difokuskan untuk memenuhi kebutuhan PG Prajekan agar operasional pabrik berjalan optimal selama musim giling.

“Petani berkomitmen untuk mengirimkan tebu ke PG Prajekan, tidak ke pabrik lain. Ini bentuk dukungan kami agar operasional pabrik berjalan optimal,” tegasnya.

Meski pasokan dinilai aman, petani berharap proses pengolahan di pabrik dapat berjalan maksimal. Hal ini penting agar rendemen dan kualitas gula yang dihasilkan memenuhi standar nasional sehingga mampu bersaing di pasar.

Baca Juga: Dishub Bondowoso Tambah Lampu Penerangan ke Kawah Wurung

Di sisi lain, petani juga menyoroti belum adanya kepastian Harga Acuan Pembelian (HAP) gula dari pemerintah. Padahal, musim giling sudah berjalan dan biaya produksi terus mengalami kenaikan.

“Kami berharap pemerintah segera menetapkan harga. Dengan begitu, petani punya kepastian dan tetap mendapatkan keuntungan yang layak,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#pg prajekan #pabrik gula #Bondowoso