Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Cara Siswa di Bondowoso Ubah Limbah MBG Disulap Jadi Pohon dan Pupuk

Ilham Wahyudi • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:33 WIB
CINTA LINGKUNGAN: Kepala SDN Selolembu Catur Mega Sofianto (tengah) bersama muridnya menunjukan bibit pohon yang berasal dari limbah MBG.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
CINTA LINGKUNGAN: Kepala SDN Selolembu Catur Mega Sofianto (tengah) bersama muridnya menunjukan bibit pohon yang berasal dari limbah MBG.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

SELOLEMBU, Radar Ijen - Di SDN Selolembu, Kecamatan Curahdami, Bondowoso sisa buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak berakhir di tempat sampah.

Biji-biji kelengkeng yang biasanya terbuang justru disulap menjadi bibit tanaman, sementara limbah organiknya diolah menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos.

Program yang berjalan sejak Januari 2026 itu melibatkan siswa kelas III hingga VI.

Mereka mengumpulkan biji buah dari menu MBG, lalu menanamnya menggunakan media tanam dalam gelas plastik bekas.

Kepala SDN Selolembu Catur Mega Sofianto mengatakan, dari sekitar 70 bibit yang ditanam, sebanyak 15 bibit kelengkeng dan melon berhasil tumbuh.

"Saat ini kita hanya bisa membibit buah kelengkeng dan melon," katanya.

Bibit yang berhasil tumbuh sebagian ditanam di lingkungan sekolah, sementara sisanya dibagikan gratis ke sekolah-sekolah sekitar. Begitu pula pupuk kompos dan POC yang dihasilkan dari limbah MBG.

Bagi SDN Selolembu, kegiatan ini bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran.

Materi pembibitan diintegrasikan dengan pelajaran IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia, hingga Pendidikan Pancasila.

"Bahasa Indonesia kita kaitkan dengan pelajaran menulis laporan hasil pengamatan. Di Pendidikan Pancasila kita kaitkan dengan gotong royong dan kepedulian lingkungan," terangnya.

Menurut Catur, setiap biji yang ditumbuhkan merupakan investasi lingkungan sekaligus cara membangun kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan.

"Sekaligus ini masa depan generasi yang lebih sadar akan keberlanjutan," ujarnya.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Ervandi, warga Kelurahan Badean, mengaku tertarik menggunakan pupuk kompos hasil karya para siswa.

"Saya pertama tidak menyangka, karena kan ini SDN di pinggiran. Tapi pas ke sana, ya guru dan muridnya aktif dalam kegiatan lingkungan. Ini perlu didukung," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #Mbg #Bondowoso