TAMANSARI, Radar Ijen – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bondowoso mulai menggenjot penataan aset daerah yang selama ini dinilai belum optimal.
Sejumlah aset mangkrak telah diinventarisasi dan kini masuk tahap penertiban serta pemanfaatan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala BPKAD Bondowoso, I Wayan Wisesa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, kondisi riil aset hanya diketahui oleh masing-masing dinas, sehingga koordinasi menjadi kunci dalam proses penataan.
“Aset mangkrak sudah kami inventarisasi. Kami minta data ke dinas, termasuk yang disewakan dan aliran pemanfaatannya ke mana. Itu semua kami optimalkan untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.
Tak hanya di tingkat kabupaten, inventarisasi juga menyasar aset di desa dan kecamatan.
Langkah ini dilakukan agar seluruh potensi aset daerah dapat terpetakan secara menyeluruh dan tidak ada lagi yang terbengkalai tanpa kejelasan pemanfaatan.
Selain itu, dalam waktu dekat BPKAD akan menggelar apel kendaraan dinas.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengecek kondisi fisik kendaraan sekaligus memastikan legalitas administrasinya.
“Minggu ini dan minggu depan kami lakukan apel, kami cek kondisi kendaraan,” tambahnya.
Dalam proses penertiban, BPKAD juga menemukan sejumlah kendaraan yang telah dilelang namun belum dilakukan balik nama.
Hal ini berdampak pada persepsi publik yang mengira pemerintah daerah menunggak pajak kendaraan.
“Kami temukan data lelang yang sudah dihapus, tapi banyak yang belum balik nama. Akhirnya dikira pemerintah tidak bayar pajak. Ini yang kami bersihkan, termasuk penghapusan berkas,” tegasnya.
Wayan menegaskan, BPKAD berperan sebagai koordinator dalam pengelolaan aset.
Namun, proses lebih lanjut tetap bergantung pada usulan dari masing-masing OPD.
“Kalau tidak ada usulan dari dinas, kami tidak bisa proses. Jadi semua harus aktif,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi