Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bulog Bondowoso Tuntaskan Bantuan Pangan untuk 279.740 Penerima, Ini Cara Agar Dapat Selesai Lebih Awal

Ilham Wahyudi • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:24 WIB
TUNGGU GILIRAN: Sejumlah warga di Bondowoso menunggu namanya dipanggil untuk mendapatkan bantuan pangan dari Bulog. (DOK. RADAR IJEN)
TUNGGU GILIRAN: Sejumlah warga di Bondowoso menunggu namanya dipanggil untuk mendapatkan bantuan pangan dari Bulog. (DOK. RADAR IJEN)

BADEAN, Radar Ijen – Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Bondowoso dan Situbondo tuntas lebih cepat. Perum Bulog Cabang Bondowoso memastikan seluruh bantuan telah diterima masyarakat sasaran pada awal Juni 2026.

Sebanyak 279.740 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di dua kabupaten menjadi penerima manfaat program tersebut. Total bantuan yang digelontorkan mencapai 5.594 ton beras dan 1.118 kilo liter minyak goreng.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Bondowoso Eko Yudi Miranto mengatakan, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai 100 persen. "Sudah tuntas kami salurkan," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Eko itu, percepatan penyaluran bantuan itu tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tapi memperkuat daya beli di tengah fluktuasi harga pangan.

Baca Juga: Dituduh Aneh-aneh, Ketua DPRD Bondowoso Geram dan Laporkan Sejumlah Akun Tiktok

Pada saat bersamaan, Bulog terus mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga tetap terkendali. "Guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran," imbuhnya.

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran distribusi resmi. Mulai pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Data Bulog mencatat, hingga 9 Juni 2026, sebanyak 3.182 ton beras SPHP telah disalurkan di wilayah Bondowoso dan Situbondo sebagai upaya menjaga pasokan sekaligus menahan gejolak harga di tingkat konsumen. "Kami sudah salurkan 3.182 ton beras SPHP," terangnya.

Baca Juga: 51 Hektar Disiapkan untuk Yonif TP, Pangdam V/Brawijaya Tinjau Langsung Lokasi di Sumber Wringin Bondowoso

Eko menegaskan, kombinasi program Bantuan Pangan dan distribusi beras SPHP menjadi instrumen efektif pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan serta harga beras di pasaran.

Dengan stok yang memadai dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pangan pokok.

Bulog Bondowoso juga memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini dalam kondisi aman untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso Molyadi mengatakan, pihaknya bersama Bulog berkomitmen mengawal penyaluran Bantuan Pangan hingga tuntas sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Penyaluran bantuan tersebut melibatkan berbagai pihak agar diterima masyarakat secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas.

"Bantuan Pangan ini berkualitas baik dan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat dan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga penerima manfaat," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Pecinta Voli, Ratu Bulutangkis Dunia Asal Korea Selatan Ternyata Kagumi Sosok Megawati Hangestri Pertiwi

Bagi masyarakat penerima, bantuan itu menjadi penyangga di tengah naiknya harga beras. Salah satunya Siti Mariyah, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso.

Dia mengaku program tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. "Mudah-mudahan berkelanjutan dengan banyak bantuan seperti ini sangat meringankan beban kami," pungkasnya. (*)

Editor : Ilham Wahyudi
#bantuan pemerintah #pasokan beras #penerima manfaat #bantuan pangan #bulog bondowoso