BONDOWOSO, Radar Jember – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Bondowoso menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerakan koperasi di daerah. Forum ini tak sekadar memilih kepemimpinan baru, tetapi juga merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan regulasi yang kian dinamis.
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, menegaskan bahwa ke depan Dekopinda harus menjadi organisasi yang unggul dalam komunikasi. Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi kunci agar koperasi tidak tertinggal di tengah derasnya perubahan kebijakan.
“Komunikasi harus dibangun dengan pemerintah daerah sebagai mitra, dengan gerakan koperasi sebagai anggota, serta dengan tokoh masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar saat ini adalah regulasi yang cepat berubah. Jika tidak direspons dengan cepat, koperasi berpotensi tertinggal. Karena itu, kepemimpinan Dekopinda ke depan dituntut adaptif sekaligus mampu menjembatani berbagai kepentingan. “Kalau tidak punya kemampuan komunikasi yang baik, organisasi akan tertinggal,” tegasnya.
Baca Juga: Fraksi Gerindra DPRD Bondowoso Sambut Kepala BGN Baru Nanik S Deyang, Harap Kinerja Makin Solid
Selain komunikasi, Slamet juga menekankan pentingnya fungsi advokasi. Menurutnya, Dekopinda tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi harus hadir saat koperasi menghadapi persoalan hukum maupun regulasi. Bentuknya bisa melalui kajian, diskusi bersama akademisi, hingga mendorong penyelesaian di tingkat provinsi maupun nasional.
Ia juga menyoroti pentingnya fasilitasi bagi koperasi, baik dalam penguatan bisnis maupun pendidikan. Dekopinda diharapkan mampu membuka peluang kerja sama lintas sektor serta meningkatkan kapasitas anggota melalui edukasi tentang jati diri, ideologi, hingga pengelolaan usaha koperasi di era digital.
Baca Juga: 1.500 Aset Pemkab Bondowoso Belum Bersertifikat, Jika Minim Anggaran Bisa Manfaatkan PTSL
Terkait munculnya program strategis seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Slamet menegaskan tidak boleh ada persaingan yang saling mematikan antar koperasi. Ia mendorong adanya pemetaan usaha agar koperasi lama dan baru bisa saling bermitra. “Tidak boleh saling membunuh. Harus saling menguatkan dan berbagi peran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Bondowoso terpilih, Abdul Majid, menyampaikan optimismenya dalam membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat Dekopinda dalam mewujudkan koperasi yang sehat di tengah tantangan ekonomi digital.
“Tidak mudah menghadapi tantangan ekonomi kerakyatan saat ini, tetapi kami optimis Dekopinda Bondowoso bisa berkontribusi penuh untuk kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Abdul Majid menambahkan, penguatan kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia koperasi menjadi fokus utama ke depan. Menurutnya, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi sistem manajemen dan layanan kepada anggota. Dengan begitu, koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar koperasi serta sinergi dengan pemerintah dan sektor lain. Dekopinda, kata dia, akan membuka ruang komunikasi yang lebih luas agar seluruh koperasi di Bondowoso bisa berkembang bersama.
“Kuncinya kolaborasi dan komunikasi. Kalau itu berjalan, saya yakin koperasi di Bondowoso bisa tumbuh lebih sehat dan berdaya saing,” tandasnya. (faq)
Editor : Faqih Humaini