DABASAH, Radar Ijen - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso kembali menjadi sasaran razia gabungan, Jumat (29/5).
Penggeledahan yang melibatkan berbagai aparat penegak hukum itu, dilakukan untuk memastikan lapas tetap steril dari narkoba, telepon genggam, maupun barang terlarang lainnya.
Razia dipimpin langsung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur bersama personel Kodim Bondowoso, CPM, Brimob, Polres Bondowoso, serta petugas Lapas Bondowoso.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Muhammad Ulin Nuha menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia.
“Beliau memberikan arahan sekaligus perintah kepada kantor wilayah, untuk memastikan lapas dan rutan seluruh Indonesia, khususnya se-Jawa Timur, agar dilaksanakan penggeledahan dan memastikan bahwa di dalam lapas tidak ada barang-barang terlarang berupa narkoba, handphone, dan barang terlarang lainnya,” katanya.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas masih menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam lapas.
Di antaranya 10 sendok logam, tujuh paku, satu pinset, dua pak kartu remi, satu kaleng rokok, dua alat pencukur, satu gunting, satu mata silet, lima korek api, dua tali, serta tiga botol kaca.
Meski demikian, hasil razia menunjukkan tidak adanya narkoba maupun telepon genggam di dalam lapas. Temuan itu dinilai menjadi indikator bahwa pengawasan di Lapas Bondowoso berjalan cukup baik.
“Sampai dengan saat ini tidak ada penyalahgunaan baik handphone maupun narkoba di Lapas Bondowoso,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ulin juga mengungkapkan bahwa tes urine terhadap petugas maupun warga binaan telah dilakukan sekitar 10 hari sebelumnya dengan hasil negatif narkoba.
Selain aspek keamanan, pihaknya meminta seluruh jajaran lapas tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, pengunjung, maupun warga binaan pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto menyebut razia gabungan merupakan bagian dari langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen kami, untuk mewujudkan lapas yang bersih dari barang-barang terlarang serta menciptakan suasana pembinaan yang kondusif,” tutur Nunus Ananto.
Menurutnya, sinergi antar instansi menjadi kunci dalam menjaga lingkungan lapas tetap aman sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan berjalan optimal. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi