Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diberi Nama Pasa, Intip Penampakan Sapi Jumbo milik Peternak Bondowoso yang Memikat Hati Presiden Prabowo

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:00 WIB
PETERNAK: Erik Setyawan, pemilik Caraka Farm Indonesia menceritakan pengalamannya beternak sapi jumbo hingga bisa dibeli Presiden Prabowo. (LHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
PETERNAK: Erik Setyawan, pemilik Caraka Farm Indonesia menceritakan pengalamannya beternak sapi jumbo hingga bisa dibeli Presiden Prabowo. (LHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

Radar Ijen - Pemilik Caraka Farm Indonesia Bondowoso, Erik Setyawan, sempat menjadi perbincangan, setelah sapi peliharaannya memiliki bobot lebih dari satu ton.

Hingga berhasil memikat minat Presiden Prabowo untuk membelinya sebagai hewan Kurban. Bagaimana caranya?

Aroma rumput segar langsung menyengat hidung begitu memasuki area kandang Cara Farm Indonesia milik Erik Setyawan.

Di dalam bangunan beratap tinggi itu, puluhan sapi berpunuk besar tampak tenang mengunyah pakan.

Kulitnya bersih, bokongnya padat, dan dadanya bidang. Ciri khas sapi sehat dengan bobot prima. Bagi Erik, melihat sapinya tumbuh "semok" bukan sekadar urusan bisnis rugi-laba.

Baca Juga: Sekda Bondowoso Tekankan Kualitas dan Standar Kerja: SDM Konstruksi Harus Kompeten

Ada kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan uang saat melihat hewan ternaknya tumbuh sehat.

Niat yang kuat itulah yang membawa Erik menyelami dunia penggemukan sapi dengan totalitas.

Ia sadar, pasar hari ini makin selektif. Konsumen, terutama menjelang musim kurban, tidak lagi sekadar mencari sapi yang hidup, tapi sapi yang berisi dan proporsional.

Kunci sukses Erik yang pertama ada pada ketelitiannya memilih bakalan (bibit) sapi. Ia pantang membeli sapi secara acak di pasar hewan tanpa rekam jejak yang jelas.

Baca Juga: Hampir Tiap Tahun Jembatan Desa di Bondowoso Ini Dua Kali Rutin Rusak

Erik kerap berburu langsung ke peternak lokal hingga ke pelosok desa untuk mendapatkan bibit unggul.

“Sapi jumbo itu 80 persen dari genetiknya dulu, 20 persen dari perawatan,” katanya.

Erik cenderung memilih persilangan Limousin, Simmental, yang dikenal memiliki konversi pakan menjadi daging yang baik.

Dengan modal dasarnya sudah bagus, pakan apa saja cepat dianggap lebih cepat menjadi daging. Sebaliknya, jika bibit sapinya kurang baik, maka biasanya pertumbuhannya lambat.

Untuk perawatan, Erik tak menggunakan pakan fermentasi seperti yang banyak dilakukan peternak lain. Dia lebih memilih pakan rumput atau hijau-hijauan sebagai pakan sapinya.

“Untuk pakan hampir sama, cuma takarannya berbeda,” katanya sembari tersenyum.

Baca Juga: Uang Rp 20 Juta Belum Kembali, Anak Almarhum Warga Bondowoso Tagih Janji Pengembalian Sejak 2021 Namun Hanya Dapat Janji

Erik sudah tak asing dengan jual beli ternak dan kontes sapi. Hal tersebut membuat sapi peliharaannya, tak jarang diminati oleh warga luar provinsi Jatim.

Bahkan dia menjadi supplier sapi jumbo untuk berbagai daerah. “Kalau sapi jumbo, ya pasti ekstra lah perawatannya. Beda dengan sapi biasa,” ujarnya.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, sapi Erik yang diberi nama Pasa, yang memiliki berat mencapai satu ton lebih, diipinang Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban, dengan harga mencapai Rp 100 juta lebih.

“Kebetulan anakan sendiri yang ini. Hasil IB dari Pak Mantri. Usianya baru 2 tahun 4 bulan,” pungkasnya. (ham/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#sapi jumbo #peternak bondowoso #Presiden Prabowo Subianto