SMA Negeri 2 Bondowoso Berkualitas yang Berwawasan Lingkungan dan Mampu Bersaing di Era Global

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 13:07 WIB
BERPRESTASI: Siswa SMAN 2 Bondowoso telah banyak menorehkan prestasi di tingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten.
BERPRESTASI: Siswa SMAN 2 Bondowoso telah banyak menorehkan prestasi di tingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten.

DABASAH, Radar Ijen - Masyarakat Bondowoso harus bangga memiliki sekolah unggulan layaknya SMA Negeri 2 Bondowoso.

Sekolah ini menitik beratkan keunggulan siswanya dalam berbagai kemampuan, terutama dalam kemampuan Akademik dengan tidak meninggalkan pengembangan keterampilan untuk membantu siswa dalam mengembangkan diri melalui kegiatan Ekstra Kurikuler.

Menjadi sekolah unggulan tentu tidak lepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan seluruh potensi sekolah secara kolaboratif, terarah, dan berkelanjutan.

Kepala sekolah juga berperan sebagai katalisator dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, menciptakan ekosistem budaya dan lingkungan yang kondusif-religius demi terciptanya sekolah yang ramah anak, aman dan nyaman. 

Holifah Nur Azizah, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 2 Bondowoso)
Holifah Nur Azizah, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 2 Bondowoso)

 

Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Holifah Nur Azizah SPd MPd mengungkapkan, kepala sekolah juga menjadi jaminan administrasi yang tertib mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tindak lanjut. 

"Kepala Sekolah juga berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam peningkatan prestasi serta pengembangan bakat minat peserta didik," ungkapnya.

Menurutnya, kepala sekolah juga harus bisa meningkatkan kualitas kompetensi guru sehingga mampu mewujudkan visi dan misi sekolah.

"Melalui berbagai kegiatan seperti FGD, Warkshop, Seminar, Best Practice dan In House Training," ujarnya. Dalam membangun karakter siswa, SMA Negeri 2 Bondowoso melaksanakan pembiasaan rutin seperti 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun), sholat dhuha, hzuhur, jum'at berjamaah di sekolah. 

Menyelenggrakan program Gen-Q SMADA sebagai gerakan memahami dan bisa baca Qur'an secara tartil. Sistem monitoring digital melalui aplikasi e-smada. 

"Selain itu kami juga melakukan pembinaan karakter disiplin melalui peningkatan wawasan kebangsaan dengan melibatkan TNI/POLRI," tambah Holifah.

Dalam satu tahun terakhir, SMA Negeri 2 Bondowoso telah banyak menorehkan prestasi baik skala lokal, provinsi dan nasional. Salah satunya SMAN 2 Bondowoso sebagai juara harapan 2 pada Penganugerahan Masjid Award 2025 tingkat Provinsi.

"Sedangkan untuk prestasi siswa terbaik kami setahun terakhir adalah Juara 2 Debat Bahasa Indonesia Puspresnas dan Juara 3 National Essay Competition GSC ITB 2025," ungkapnya.

Menurut Holifah, budaya disiplin dan saling menghargai menciptakan hubungan yang harmonis antar warga sekolah. Lingkungan yang bersih, tertata dan sehat, keamanan fasilitas dan kenyamanan ruang belajar sangat memengaruhi semangat belajar siswa.

"Tanpa bullying dan kekerasan di sekolah, komunikasi yang baik antara guru, siswa dan orang tua memberi rasa aman untuk belajar," jelas Holifah. Dia memastikan SMAN 2 Bondowoso mampu memberikan pelayanan yang ramah dan humanis terhadap kebutuhan siswa.

"Sekolah yang nyaman adalah sekolah yang memberi kesempatan siswa untuk berkembang, berprestasi, dan mengekspresikan dirinya secara positif," pungkasnya. (ika/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso SMAN 2 Bondowoso Bondowoso