Radar Ijen - Pasa, seekor sapi jenis Cross Simental asal Kecamatan Tapen, Bondowoso, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tahun ini. Sapi berbobot lebih dari satu ton lebih itu dibeli seharga Rp 107 juta dan akan disalurkan ke Masjid KH Hasyim Asy’ari Bondowoso.
Sebelumnya, sapi tersebut milik peternak Caraka Farm Indonesia, Erik Setiawan. Setelah melewati berbagai tahapan dan seleksi ketat, Pasa resmi menjadi hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden RI untuk masyarakat Bondowoso.
Baca Juga: Geledah Dua Lokasi, Kasus Hibah Bondowoso Naik Penyidikan,
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, Hendri Widotono mengatakan, pihaknya sebelumnya mengajukan sejumlah data sapi dari berbagai wilayah di Bondowoso. Namun, tak semua diterima begitu saja, karena ada berbagai tahapan seleksi yang harus dilewati.
Seleksi dilakukan melalui koordinasi bersama Kementerian Sekretariat Negara, Biro Kesra Provinsi Jawa Timur, hingga Disnakkan Jatim. Disnakkan Bondowoso juga melakukan pendampingan dan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi tersebut sebelum nantinya diserahkan ke panitia kurban.
Rencananya, Pasa akan dikirim kemarin (26/5) satu hari menjelang Idul Adha ke Masjid KH Hasyim Asy’ari atqu sering disebut Masjid NU, di Jalan MT Haryono, Kelurahan Kotakulon, Bondowoso. “H-1 kita kirim ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik Caraka Farm Indonesia, Erik Setiawan mengaku bangga sekaligus haru saat mengetahui sapinya dipilih menjadi kurban presiden. “Mau gimana lagi, ya diberikan, dimuliakan sapinya,” katanya.
Pasa sendiri merupakan sapi kelahiran tahun 2024 atau kini berusia sekitar 2,5 tahun. Nama Pasa diambil karena sapi tersebut lahir saat bulan Ramadan. Dalam bahasa Madura, puasa disebut pasa. Sapi tersebut terjual dengan harga Rp 107 juta atau sekitar Rp 100 ribu per kilogram. “Laku Rp 107 juta,” pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi