Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menjaga Seni Tradisi Bondowoso, Disparbudpora Terus Sasar Pembinaan ke Sekolah-sekolah

Faqih Humaini • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:17 WIB
UNGGULAN: Tari Topeng Konah merupakan salah satu kebudayaan Bondowoso yang masih terus dilestarikan. (Dok Disparbudpora Bondowoso)
UNGGULAN: Tari Topeng Konah merupakan salah satu kebudayaan Bondowoso yang masih terus dilestarikan. (Dok Disparbudpora Bondowoso)

 

radar jember - UPAYA pelestarian kebudayaan di Kabupaten Bondowoso kini diarahkan lebih terstruktur. Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) setempat menegaskan pembinaan kebudayaan harus mengacu pada empat pilar utama, yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta peningkatan sumber daya manusia kebudayaan.

Plt Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, Hery Kusdaryanto, menjelaskan bahwa di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi, pihaknya kini memfokuskan program pada generasi muda.

Baca Juga: Suara Pegiat Seni Budaya di Bondowoso: Ingin Banyak Lomba!

"Terutama melalui pembinaan di lingkungan sekolah dan penguatan sanggar budaya yang ada," katanya.

Menurutnya, pembinaan kepada peserta didik menjadi langkah strategis untuk membentuk karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Apalagi di era modernisasi saat ini, banyak anak mulai kehilangan arah dan keterikatan dengan tradisi daerahnya.

“Makanya kami menyasar sekolah-sekolah yang punya potensi budaya, terutama di wilayah pinggiran. Salah satunya di SMP Negeri Bucu yang memiliki potensi hadrah dan kesenian tung-tung. Hasilnya cukup luar biasa meski pembinaan hanya empat hari,” ujarnya.

Baca Juga: Gaungkan Legalisasi Hingga Jaga Regenerasi: Menjaga Warisan Seni Tradisi Bondowoso

Hery mengakui, durasi pembinaan yang terbatas membuat upaya yang dilakukan baru sebatas pelestarian dasar. Namun, ke depan pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan program pengembangan agar kemampuan siswa bisa semakin matang dan berkelanjutan.

Sementara untuk kesenian yang sudah mapan dan menjadi ikon daerah seperti Singo Ulung dan Topeng Kona, Disparbudpora tinggal memperkuat promosi dan memperluas eksposur.

“Yang sudah jadi tinggal kita blow up, kita kenalkan lebih masif ke publik,” imbuhnya.

Ke depan, Disparbudpora juga akan memprioritaskan pembentukan desa budaya. Saat ini terdapat sejumlah desa yang dipetakan memiliki potensi kuat, seperti di wilayah Binakal, Wonosari, hingga Tegalampel.

Salah satu yang tengah didorong adalah tradisi Pojian di Desa Karanganyar agar bisa diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). 

“Desa budaya nanti akan kita fokuskan pada pembinaan generasi muda. Bahkan ke depan kita arahkan ada semacam sekolah budaya, sehingga anak-anak bisa dibina sejak dini dan siap tampil di berbagai event, baik tingkat kabupaten hingga nasional,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #seni tradisi #Disparbudpora #Bondowoso