Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Suara Pegiat Seni Budaya di Bondowoso: Ingin Banyak Lomba!

Ilham Wahyudi • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:15 WIB

 

BERPRESTASI: Sejumlah penari Sanggar Pensi Bondowoso meraih juara dalam lomba yang mereka ikuti beberapa waktu lalu.(SANGGAR PENSI BONDOWOSO)
BERPRESTASI: Sejumlah penari Sanggar Pensi Bondowoso meraih juara dalam lomba yang mereka ikuti beberapa waktu lalu.(SANGGAR PENSI BONDOWOSO)

 

radar jember - BONDOWOSO Tak Kekurangan Pelaku Seni dan Budaya. Namun, hal tersebut belum terasa dampaknya secara nyata. Salah satu alasan kuatnya adalah kurangnya perhatian, serta landasan hukum yang tepat bagi mereka.

Badi Subadi, pegiat seni dan budaya di Bondowoso mengatakan, seni dan budaya di Bondowoso memang sudah mengalami kemajuan, namun jika dibandingkan dengan daerah lain di Eks Tapal Kuda, masih tertinggal jauh.

Baca Juga: Gaungkan Legalisasi Hingga Jaga Regenerasi: Menjaga Warisan Seni Tradisi Bondowoso

Tantangan terbesar pelaku seni dan budaya adalah kurang perhatian dari pemerintah daerah. Berbeda jika dibandingkan dengan pemerintah di luar daerah, seperti Banyuwangi dan Situbondo.

 Salah satu contohnya adalah minimnya lomba atau pembinaan secara khusus untuk pelaku seni. "Kecuali lomba yang memang program nasional, tapi program yang diperuntukan untuk Bondowoso sangat kurang," katanya.

Seharusnya, semua pelaku seni dilibatkan. Karena Bondowoso memiliki banyak pelaku seni dan budaya.  

Sehingga pelaku seni dan budaya mampu bersaing dan hidup, ketika mereka mendapatkan panggung yang layak. 

Baca Juga: Menjemput Jejak yang Nyaris Senyap: Menghidupkan Kembali Tari Remo Sutina

"Ada kejenuhan dari pelaku seni, yang tampilnya ya itu itu saja kalau pelaku seni," tuturnya.

Ketua Sanggar Pensi Bondowoso itu juga menyebut, perlu dilakukan regenerasi pelaku seni dan budaya. Salah satu caranya adalah melakukan inovasi, sehingga generasi muda tak bosan dengan tampilan seni dan budaya di Bondowoso. "Apabila budaya itu ada inovasi. Maka saya yakin, generasi muda itu akan gemar," tuturnya.

Meski sebenarnya, pelaku seni dan budaya dari kalangan pemuda sudah banyak. Didukung dengan banyaknya lulusan universitas seni.

Namun, lagi-lagi mereka harus tersandung dengan minimnya dukungan pemerintah daerah. 

"Sehingga untuk melangkah itu, penuh ketakutan," ucapnya.

Disinggung terkait Singo Ulung dan Topeng Konah, Badi menyebut dua tarian itu memang sudah dikenal. Namun, tetap hanya itu itu saja. Padahal menurutnya, hampir semua desa memiliki Singo Ulung.

Namun, masalah yang dihadapi oleh pelaku seni adalah minimnya dana. 

"Sebetulnya tidak sulit menghidupkan seni dan budaya. Tergantung pemerintah daerah dan DPRD-nya," ujarnya.

Dia juga menyebut, salah satu uoaya yang harus dilakukan untuk menggairahkan seni dan budaya di Bondowoso. Dapat dimulai dari membuat peraturan daerah tentang pemajuan seni dan budaya. Meski dua tahun lalu, dia mengaku sempat mendapat informasi bahwa perdanya sudah digarap. "Tapi sampai sekarang belum ada sosialisasi dan belum terwujud. Info terakhir masih digodok di Provinsi, mau berapa tahun lagi mengadakan perda," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#seni budaya bondowoso #sanggar bondowoso #Bondowoso