NANGKAAN, Radar Ijen - Di tengah kekhawatiran soal ketahanan pangan nasional, Bulog Bondowoso justru mencatat capaian di atas target.
Penyerapan gabah petani menembus 101 persen, sementara stok beras dan gula dipastikan aman hingga musim panen berikutnya.
Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso mencatat penyerapan gabah petani hingga 17 Mei 2026 telah melampaui target tahunan yang ditetapkan kantor pusat.
Dari target 65 ribu ton setara beras, realisasi penyerapan kini sudah mencapai sekitar 101 persen.
Baca Juga: Petugas Disnakkan Bondowoso Mulai Rutin Sidak Lapak-Lapak Kurban di Pinggir Jalan
“Jadi dari target setahun 65 ribu ton setara beras itu sudah melebihi target yang ditetapkan kantor pusat,” kata Eko Yudi Miranto, Pimpinan Cabang Bulog Bondowoso.
Bulog memastikan tetap menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
“Kalau HPP belum ada perubahan tetap Rp6.500. Jadi kalau petani menjual sesuai harga tersebut, kita wajib serap,” ujarnya.
Tingginya serapan gabah turut berdampak pada ketahanan stok pangan daerah. Menjelang Hari Raya Iduladha, Bulog memastikan persediaan beras dan gula masih dalam kondisi aman.
“Kalau stok masih aman, jadi untuk sampai dengan musim panen berikutnya kita masih mencukupi. Beras dan gula aman,” katanya.
Menurut Eko, penyerapan tahun ini jauh lebih lancar dibanding sebelumnya karena petani mulai memahami pola penjualan gabah ke Bulog setelah sosialisasi dilakukan secara masif sejak tahun lalu.
“Petani sudah mengetahui bahwa Bulog memberi harga gabah kering panen langsung di pinggir jalan dan dalam kemasan karung. Jadi tahun ini sudah lancar,” ungkapnya.
Bulog Bondowoso sendiri didukung fasilitas pergudangan di Kembang Bondowoso serta dua gudang lain di Situbondo, yakni Klatakan dan Arjasa. Sementara itu, potensi panen di wilayah Bondowoso dan Situbondo diperkirakan masih berlangsung hingga September atau Oktober 2026, sehingga pasokan pangan diprediksi tetap stabil dalam beberapa bulan ke depan. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi