Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Petugas Disnakkan Bondowoso Mulai Rutin Sidak Lapak-Lapak Kurban di Pinggir Jalan

Ilham Wahyudi • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:50 WIB
DIPASTIKAN AMAN: Sejumlah petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso memantau sejumlah lapak di berbagai tempat.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DIPASTIKAN AMAN: Sejumlah petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso memantau sejumlah lapak di berbagai tempat.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

DABASAH, Radar Ijen - Sepekan menjelang Idul Adha, Disnakkan Bondowoso mulai menyisir lapak-lapak hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual sehat dan layak kurban, sekaligus menjamin kualitas daging bagi masyarakat.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) hewan kurban di sejumlah lapak, kemarin (20/5).

Baca Juga: Luka Hingga Trauma Untuk Lewati Jalan Gelap, Pengakuan Mahasiswi Asal Bondowoso Aurel yang Jadi Korban Begal

Beberapa titik yang disasar di antaranya Lapak Hewan Kurban Al Fajri di Kelurahan Badean dan Kandang Sapi Aufal Farm di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan.

Kepala Disnakkan Bondowoso Hendry Widotono mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesejahteraan hewan kurban.

 “Kita pasangi stiker pada lapak yang sudah ditinjau,” ujarnya.

Menurut Hendry, lapak yang telah lolos pemeriksaan akan diberi stiker penanda. Petugas juga memberikan desinfektan kepada para pedagang. Ia menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan ke seluruh lapak hewan kurban di Bondowoso.

 Masyarakat pun diminta melapor jika menemukan lapak baru.

Baca Juga: Jurnalis Bondowoso Gelas Aksi: Desak Pembebasan Wartawan Indonesia di Gaza

“Pokoknya ada laporan dari masyarakat mengenai adanya lapak, langsung kita datangi,” tegasnya.

Untuk mendukung pemeriksaan, Disnakkan menerjunkan 75 tenaga kesehatan hewan, baik medis maupun paramedis, ke seluruh wilayah Bondowoso.

Kabid Keswan dan Kesmavet Disnakkan Bondowoso drh. Edy Poernomo menjelaskan, pemeriksaan meliputi kondisi fisik luar hingga pemeriksaan khusus pada rongga mulut dan gigi hewan.

“Semua hewan kurban di Al Fajri ini dinyatakan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Mudari, pekerja Lapak Hewan Kurban Al Fajri, mengaku saat ini tersedia 140 ekor domba dan lima ekor sapi. Dari jumlah itu, 76 ekor domba sudah terjual.

“Dombanya ini asli dari Pujer sama Sempol,” katanya.

Ia juga menyebut harga domba naik tajam menjelang Idul Adha. Dari harga normal sekitar Rp2 juta, kini bisa mencapai Rp 4 juta per ekor. “Kalau untuk sapi, di sini paling murah Rp 16 juta dan yang paling mahal Rp 18 juta,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#hewan kurban #Idul Adha #Bondowoso