radar jember - LOKASI Aurel Aulia Faramesti menjadi korban begal, jalannya memang sepi dan tanpa penerangan apapun. Biasanya menjadi jalan alternatif dari menuju Desa Jetis dari arah Pancoran Bondowoso.
Hal tersebut membuat potensi terjadinya tindakan kriminal semakin besar.
Sebelum peristiwa tersebut, muncul informasi bahwa memang sudah ada dua orang mencurigakan di sekitar lokasi.
Mereka berjaga di gang masuk menuju lokasi kejadian dugaan pembegalan. Tempatnya memang minim penerangan dan sepi.
Hal tersebut diakui oleh Firmansyah, warga Kecamatan Maesan.
Dia mengatakan, melewati jalan itu, lima menit sebelum dugaan pembegalan terjadi.
"Aku dari arah barat, tadi memang ada dua orang seperti sedang menjaga yang mau masuk jalan pintas itu, curigaku ada komplotan," katanya.
Firman menjelaskan kondisi jalan sepi serta minim penerangan. Membuat potensi orang untuk melakukan aksi pembegalan semakin besar.
"Jalan sepi, pinggir pohon coklat dan jauh dari rumah warga. Gelap banget pula," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jetis, Hanan, membenarkan bahwa perempuan yang ramai dibicarakan tersebut merupakan warganya.
Menurut dia, berdasarkan informasi keluarga, korban kini sudah berada di rumah dengan kondisi luka lecet di bagian lutut dan tangan.
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan kronologi lengkap maupun dugaan pembegalan tersebut. Dalam video yang beredar, tampak tangan korban mengalami luka lecet. Korban juga mengaku wajahnya sempat dipukul oleh terduga pelaku. “Katanya baru pulang dari kampusnya di Jember,” pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi