JETIS, Radar Ijen - Perjalanan pulang kuliah Aurel Aulia Faramesti, berubah jadi malam penuh trauma. Di jalan gelap Desa Pancoran, Bondowoso, mahasiswi asal Desa Jetis Kecamatan Curahdami itu, dipukul hingga terjatuh dan tasnya sempat ditarik orang tak dikenal, Kamis (21/5) malam.
Perjalanan tersebut seharusnya menjadi perjalanan pulang biasa bagi Aurel. Namun saat melintas di jalan sepi Desa Pancoran sekitar pukul 19.30 WIB, ia justru mengalami dugaan percobaan begal. “Setengah delapan kejadian. Masih belum terlalu malam,” ujarnya.
Baca Juga: Jurnalis Bondowoso Gelas Aksi: Desak Pembebasan Wartawan Indonesia di Gaza
Aurel mengaku malam itu pulang sendirian dari Jember. Biasanya ia memilih jalur ramai jika sudah terlalu malam. Namun karena merasa waktu masih sore menuju malam, ia tetap melintas di jalur tersebut. Awalnya kondisi jalan masih cukup ramai. Tetapi suasana berubah saat dirinya mulai memasuki area gelap dan sepi. “Tapi saya pelan-pelan tadi malam itu,” kata ketika didatangi ke rumahnya, kemarin (22/5).
Tak lama kemudian, sebuah motor menyalip dengan kencang. Saat hendak berbelok di tikungan terakhir dekat lokasi kejadian, seseorang tiba-tiba mendekat dan memukul kepalanya. “Itu ada kayak mepet banget di kanan saya. Langsung ngukul,” ujarnya.
Beruntung ia mengenakan helm full face sehingga tidak mengalami luka serius di bagian wajah. Usai dipukul, Aurel terjatuh. Dalam kondisi panik, ia memilih lari tanpa berteriak. Namun baru beberapa langkah, tas selempangnya ditarik dari belakang. “Nah karena udah ditarik, baru saya teriak,” katanya.
Korban kembali terjatuh sambil mempertahankan tas berisi dua ponsel, dompet, dan kunci motor. Teriakan Aurel akhirnya didengar warga sekitar. Pelaku diduga panik lalu kabur tanpa membawa barang milik korban.
Akibat kejadian itu, lutut dan tangannya mengalami luka lecet. Bahkan kuku jari kaki kanannya lepas. Kini Aurel mengaku trauma dan memilih tidak lagi pulang malam melewati jalur tersebut. “Gelap banget. Enggak ada lampu sama sekali di coklatan itu,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi