PANCORAN, Radar Ijen - Peristiwa dugaan pembegalan kembali menjadi buah bibir warga Bondowoso. Kali ini terjadi di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso Kamis (21/5).
Sebelum peristiwa tersebut, muncul informasi bahwa memang sudah ada dua orang mencurigakan di sekitar lokasi.
Mereka berjaga di gang masuk menuju lokasi kejadian dugaan pembegalan. Tempatnya memang minim penerangan dan sepi.
Baca Juga: Breaking News, Viral Dugaan Begal di Pancoran Bondowoso Korban Alami Luka Lecet
Hal tersebut diakui oleh Firmansyah, warga Kecamatan Maesan. Dia mengatakan, melewati jalan itu, lima menit sebelum dugaan pembegalan terjadi.
"Aku dari arah barat, tadi memang ada dua oramg seperti sedang menjaga yang mau masuk jalan pintas itu, curigaku ada komplotan," katanya.
Firman menjelaskan kondisi jalan sepi serta minim penerangan. Membuat potensi orang untuk melakukan aksi pembegalan semakin besar.
Baca Juga: 13 Desa dari 9 Kecamatan Terdampak, Bencana Kekeringan Mulai Melanda Bondowoso
"Jalan sepi, pinggir pohon karet dan jauh dari rumah warga. Gelap banget pula," ujarnya.
"Aku tadi lewat sana, kurang lebih lima menit sebelum kejadian. Tapi untungnya masih selamat, meski perasaan sudah gak enak," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi asal Desa Jetis diduga menjadi korban begal di Desa Pancoran.
Dia mengaku dipukul menggunakan benda tumpul dari arah belakang. Hingga sempat terjatuh dan mengalami luka pada bagian tubuhnya.
Peristiwa dugaan begal itu, dibenarkan oleh Perangkat Desa Jetis, Kecamatan Curahdami. Menurutnya korban berinisial AR.
Baca Juga: PENUH PERJUANGAN! Warga Desa di Bondowoso Ini Terpaksa Meniti Dua Kilometer demi Air Bersih
Dia menrupakan warga Desa Jetis Kecamatan Curahdami. Dari peristiwa itu, korban mengalami luka lecet pada bagian tubuhnya. "Korban sudah ada di rumahnya sekarang," pungkasnya. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi