Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Akui Optimistis Tembus 40 Ribu Ton, Kini Pabrik Gula Prajekan Bondowoso Kejar Rendemen 7,3 di Tengah Tantangan Iklim

Faqih Humaini • Minggu, 17 Mei 2026 | 21:13 WIB

Akui Optimistis Tembus 40 Ribu Ton, Kini Pabrik Gula Prajekan Bondowoso Kejar Rendemen 7,3 di Tengah Tantangan Iklim. (FAQIH HUMAINI/RJ)

Akui Optimistis Tembus 40 Ribu Ton, Kini Pabrik Gula Prajekan Bondowoso Kejar Rendemen 7,3 di Tengah Tantangan Iklim. (FAQIH HUMAINI/RJ)

 

RADAR JEMBER - PABRIK Gula (PG) Prajekan, Bondowoso, menargetkan capaian produksi gula minimal 40 ribu ton pada musim giling tahun ini. Target tersebut disokong upaya peningkatan rendemen yang dipatok dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP) di angka 7,3.

Pelaksana Harian (Plh) General Manager PG Prajekan, Chandra Sakti Wijaya, mengatakan perawatan tebu menjadi faktor kunci dalam mendongkrak rendemen. Dengan kondisi tanaman yang baik, pihaknya optimistis target produksi dapat tercapai meski dihadapkan pada tantangan iklim.

“Perawatan tebu yang baik menjadi kunci utama. Dengan rendemen 7,3, kami optimistis produksi minimal 40 ribu ton gula bisa diraih,” ujarnya.

Baca Juga: Gen Z Dominasi Struktur, PDIP Bondowoso Optimistis Raih 8 Kursi di Pemilu Mendatang

Menurutnya, angka tersebut merupakan batas minimal yang harus dicapai. Meski ada potensi gangguan cuaca seperti El Nino maupun kemungkinan tidak tercapainya target luas tebang sebesar 5,5 juta ton tebu, pihaknya tetap memasang target produksi yang realistis.

Pria Cluster Head Pabrik Gula Region IV Jawa Timurmenegaskan, capaian produksi tersebut tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan petani tebu.

 “Berharap hubungan harmonis antara PG Prajekan dan petani binaan terus terjaga dan semakin kuat," katanya.

Belajar dari musim sebelumnya, PG Prajekan sempat menghadapi kendala pada sisi penyerapan gula akibat kapasitas penampungan yang penuh. Karena itu, ke depan diharapkan proses Delivery Order (DO) serta pembayaran gula dapat berjalan lebih lancar sehingga tidak menghambat distribusi.

Baca Juga: Ada CJH Asal Bondowoso yang Tunda Keberangkatan, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama

Dari sisi harga, pihaknya berharap gula petani bisa berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

 Sementara harga tetes diperkirakan tetap di sekitar Rp2 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, diharapkan petani memperoleh margin keuntungan yang layak untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Sementara itu, dari sisi kualitas, PG Prajekan mengacu pada standar ICUMSA dengan batas maksimal 300. Pada 2025, rata-rata kualitas gula berada di angka 230, menunjukkan mutu yang stabil dan sesuai pasar.

Tingginya minat pasar terhadap gula produksi PG Prajekan pun menjadi bukti, meski sebelumnya sempat terjadi penumpukan akibat melemahnya serapan yang dipengaruhi kebijakan impor gula nasional. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #pabrik gula prajekan #gula bondowoso #Bondowoso