KEMBANG, Radar Ijen – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang kembali melanda wilayah Bondowoso, kemarin (14/5).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, karena potensi angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Raya Besuki, Desa Silolembu, Kecamatan Curahdami.
Baca Juga: Ajang Gengsi Peternak Kembali Dipanaskan! Expo Peternakan di Bondowoso Siap Digelar
Angin kencang yang terjadi sejak sore hari menyebabkan sebuah pohon lamtoro tumbang dan menutup sebagian badan jalan, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat cuaca mulai berubah drastis.
“Angin kencang masih berpotensi terjadi. Kami minta masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mulai turun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, laporan kejadian diterima BPBD sekitar pukul 16.30 WIB, setelah warga melaporkan adanya pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin sejak pukul 15.00 WIB. Pohon tersebut juga sempat menimpa kabel penerangan jalan umum (PJU).
Tim Pusdalops dan TRC BPBD langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan di lokasi. Proses evakuasi pohon tumbang berhasil diselesaikan sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga akses jalan kembali normal dilalui kendaraan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Kristianto menekankan bahwa potensi bahaya dari cuaca ekstrem tidak bisa dianggap sepele. Pohon tumbang, baliho roboh, hingga kabel listrik putus menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi bersama.
“Kami mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai angin. Selain itu, segera laporkan jika ada potensi bahaya di lingkungan sekitar,” tambahnya.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi