Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harus Ada Pembatasan Ketat: Jembatan Darurat Sentong Bondowoso Wajib Difungsikan

Faqih Humaini • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:38 WIB
DILEWATI: Sejumlah warga saat melewati jembatan darurat sentong, kemarin (15/5).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
DILEWATI: Sejumlah warga saat melewati jembatan darurat sentong, kemarin (15/5).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

KEMBANG, Radar Ijen – Akses penghubung antara Kelurahan Nangkaan dan Desa Sukowiryo akhirnya kembali terbuka setelah jembatan darurat Sentong rampung dibangun.

 Meski masih bersifat sementara, keberadaan jembatan ini menjadi solusi cepat bagi mobilitas warga yang sempat terhambat.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menekankan bahwa fungsi jembatan darurat ini terbatas, sehingga penggunaannya harus disertai kesadaran bersama untuk menjaga keamanan.

Baca Juga: Aset Tak Boleh Mangkrak, Pasar Hewan Locare Bondowoso Disiapkan Tarik Investor

Selain itu, warga diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar jembatan tetap layak digunakan hingga pembangunan permanen selesai.

Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa jembatan darurat kini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat dengan sejumlah ketentuan. Salah satunya, hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

“Jembatan darurat Sentong sudah selesai dan bisa dilalui. Tapi kami minta warga ikut menjaga karena ini sifatnya sementara,” ujarnya, Rabu (13/5).

Ansori menjelaskan, pengguna sepeda gowes masih diperbolehkan melintas, namun harus dengan cara dituntun. Sementara itu, kendaraan bermotor, khususnya roda dua, dilarang melintasi jembatan demi menghindari risiko kerusakan maupun kecelakaan.

Baca Juga: Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso Terus Persiapkan Jelang Idul Adha, Lapak Hingga Tempat Sembelih Wajib Steril

Sebagai alternatif, pemotor diarahkan untuk menggunakan jalur lain melalui Nangkaan–Jetis–Kembang. Pembatasan ini diberlakukan untuk menjaga kekuatan konstruksi jembatan darurat yang memang tidak dirancang menahan beban berat.

Dari sisi anggaran, pembangunan jembatan darurat ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Bondowoso 2026 sebesar Rp70 juta. Secara teknis, jembatan membentang sepanjang 14 meter di atas sungai, dengan total akses mencapai sekitar 70 meter dari titik awal hingga akhir.

Meski sudah difungsikan, BSBK memastikan pengawasan dan pemeliharaan akan terus dilakukan secara berkala. Di sisi lain, pembangunan jembatan utama Sentong ditargetkan rampung pada Oktober hingga November 2026 dengan dukungan anggaran APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp14,7 miliar. Hingga saat itu, peran serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar jembatan darurat tetap aman digunakan. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #jembatan darurat #Bondowoso