radar jember - SETELAH sempat vakum beberapa tahun, Expo Peternakan (Exponak) Bondowoso diakui kembali digelar tahun ini dengan konsep yang lebih besar dan meriah.
Agenda ini tak hanya menjadi ajang kontes ternak, tetapi juga wadah edukasi dan promosi sektor peternakan yang diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah peternak lokal pasca terpukul wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hendri Widotono, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan bupati yang berangkat dari aspirasi masyarakat.
“Awalnya dari keinginan warga saat kunjungan kerja di Cermee, khususnya Desa Bajuran, yang meminta agar kontes ternak kembali diadakan,” ujarnya.
Menurut Hendri, meski di tengah keterbatasan anggaran, pemkab tetap berupaya merealisasikan kegiatan tersebut dengan mengembangkan konsep menjadi expo yang lebih luas.
Tidak hanya kontes ternak, Exponak juga akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung seperti kampanye makan telur dan minum susu, serta edukasi terkait kesehatan hewan dan pengembangan peternakan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan kolaboratif. Pemkab menggandeng sponsor dan pihak ketiga agar kegiatan dapat berjalan optimal.
Baca Juga: Cerita Kaka Jemaah Haji Termuda di Bondowoso, Berangkatkan Amanah Sang Ayah ke Tanah Suci
“Kita dorong kolaborasi pentahelix hingga hexahelix, supaya Exponak ini tidak hanya sekadar acara, tapi benar-benar memberi dampak,” tambahnya.
Untuk kontes ternak, antusiasme diprediksi tinggi. Bahkan, ajang ini berpotensi diikuti peserta dari luar daerah.
Hal ini tak lepas dari gengsi yang melekat pada kontes ternak di kalangan peternak. Semakin unggul kualitas ternak, semakin tinggi pula kebanggaan pemiliknya.
Sejumlah kategori lomba telah disiapkan, mulai dari kelas indukan hingga kategori berbasis kualitas genetik.
Panitia juga berencana menghadirkan ternak unggulan seperti sapi Belgian Blue untuk menambah daya tarik pengunjung sekaligus memperluas wawasan peternak lokal.
Potensi peternak Bondowoso sendiri dinilai cukup besar.
Hal ini terlihat dari banyaknya peternak yang rutin mengikuti kontes di luar daerah dengan biaya mandiri. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kuat digelarnya kembali Exponak sebagai ruang apresiasi bagi mereka.
Tak hanya sapi dan domba, kegiatan ini juga akan melibatkan berbagai komunitas peternak lain, termasuk unggas hingga kucing.
Keterlibatan hewan peliharaan seperti kucing juga menjadi bagian dari edukasi kesehatan hewan, khususnya dalam upaya pencegahan rabies.
Exponak terakhir diketahui digelar pada 2022 sebelum akhirnya vakum. Tahun ini, kegiatan kembali dihidupkan dan direncanakan bertepatan dengan momentum Festival Muharram. Selain sebagai hiburan, agenda ini diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat berbasis peternakan. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi