Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Kaka Jemaah Haji Termuda di Bondowoso, Berangkatkan Amanah Sang Ayah ke Tanah Suci

Ilham Wahyudi • Jumat, 15 Mei 2026 | 13:19 WIB
RAMAH: Nafesa Aryasatya Kayana ketika ditemui Jawa Pos Radar Ijen sebelum berangkat ke tanah suci, kemarin. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
RAMAH: Nafesa Aryasatya Kayana ketika ditemui Jawa Pos Radar Ijen sebelum berangkat ke tanah suci, kemarin. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

Di antara ribuan wajah calon jemaah haji (CJH) Bondowoso tahun ini, sosok Nafesa Aryasatya Kayana mencuri perhatian. Usianya baru 14 tahun. Masih duduk di bangku kelas VIII MTs At Taqwa Bondowoso. Namun, langkahnya sudah mantap menuju Tanah Suci.

ILHAM WAHYUDI, Dabasah - Radar Ijen

Remaja yang akrab disapa Kaka itu, tercatat sebagai CJH termuda asal Kabupaten Bondowoso. Lahir di Lumajang, 25 September 2011, Kaka berangkat bersama kloter 86 pada 12 Mei 2026 dari kampung halamannya di Desa Sumbersuko, Kecamatan Klabang.

Di tengah rombongan jemaah yang mayoritas berusia di atas 40 tahun, kehadiran Kaka bak setitik warna berbeda. Tubuh mudanya tampak membaur tanpa canggung.

Ia duduk di kursi paling belakang bus, sesekali turun untuk menghampiri sang ibu dan keluarga sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Aset Tak Boleh Mangkrak, Pasar Hewan Locare Bondowoso Disiapkan Tarik Investor

Perhatian pun mengalir dari para jemaah lain. Sosoknya seolah menjadi anak bersama yang dijaga ramai-ramai agar tak tertinggal. "Kaka mana? Sudah masuk kan, ya?" tanya salah seorang jemaah memastikan keberadaannya.

Perjalanan spiritual Kaka bukan sekadar perjalanan biasa. Ia berangkat membawa amanah yang tak ringan, menggantikan sang ayah, almarhum Serka Nanang Cahyo Febriantoro, yang wafat akibat kecelakaan pada Agustus 2021.

"Ayah dulu yang daftar," ujar putra pertama dari pasangan Hj. Felan Dia Aquristin dan almarhum Serka Nanang ini.

Di usianya yang belia, Kaka sadar dirinya bukan sedang pergi berlibur. Ia mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Manasik diikuti, fisik dijaga, stamina dilatih. "Olahraga saja (persiapannya)," tuturnya singkat.

Baca Juga: Begini Respon DPRD Lumajang Soal Maraknya Aksi Begal: Selain CCTV Poskamling Juga Urgent

Kesederhanaan jawaban itu menggambarkan keteguhan seorang anak yang ingin beribadah dengan benar. Di Tanah Suci nanti, doa-doanya pun tak hanya untuk diri sendiri.

"Doakan orang tua, Mama sudah duluan haji. Doakan teman-teman, guru juga, dan saudara agar bisa segera ke Tanah Suci juga," tambahnya.

Bagi sang ibu, keberangkatan ini adalah perjalanan panjang yang sarat emosi. Hj. Felan Dia Aquristin mengenang, pendaftaran haji tersebut merupakan hadiah ulang tahun dari nenek Kaka, diberikan seminggu setelah putranya lahir.

Awalnya, Felan dan suami dijadwalkan berangkat pada 2021. Namun pandemi Covid-19 menunda semuanya.

Tak lama berselang, sang suami meninggal dunia. Sejak saat itu, kursi haji dialihkan kepada Kaka.

Berbagai aturan usia sempat membuat keberangkatan ibu dan anak itu berulang kali tertunda. Hingga akhirnya Felan memilih berangkat lebih dulu, sementara Kaka menunggu gilirannya sendiri.

"Akhirnya saya memilih berangkat sendiri (lebih dulu). Bagaimana dengan anak saya ini, ya sudah, apa kata nanti (mengikuti jadwalnya)," ungkap Felan yang merupakan owner dari Kayana Orgenizer Rias Pengantin. (bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#kabar haji #haji termuda #kaka #Bondowoso