Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Nekat Bawa Gunting, Bisa Disita di Bandara!, Calon Jemaah Haji Diminta Tertib, Kemenhaj Bondowoso: Rokok Boleh, Tapi Jangan Kebanyakan

Faqih Humaini • Selasa, 12 Mei 2026 | 18:23 WIB
IKUTI ROMBONGAN: sejumlah calon jamaah haji asal Bondowoso saat berada di asrama haji Sukolilo Surabaya (Kemenhaj Bondowoso)
IKUTI ROMBONGAN: sejumlah calon jamaah haji asal Bondowoso saat berada di asrama haji Sukolilo Surabaya (Kemenhaj Bondowoso)

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Calon jemaah haji asal Bondowoso diingatkan agar tidak sembarangan membawa barang dalam tas kabin.

Selain berpotensi disita petugas bandara, barang-barang terlarang juga bisa menghambat proses keberangkatan.

Baca Juga: Motor Pegawai BMT NU Grujugan Raib, CCTV Rekam Aksi Pelaku, 7 BPKB Ikut Hilang, Begini Kronologinya

Kepala Kemenhaj Bondowoso, Astono, menegaskan pentingnya memahami aturan barang bawaan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menurutnya, masih banyak jemaah yang belum memahami secara detail ketentuan barang yang diperbolehkan dan dilarang. 

Padahal, aturan tersebut sudah baku dan berlaku secara internasional.

“Mohon diperhatikan, di tas kabin tidak boleh membawa benda tajam seperti pisau, gunting, cutter, dan sejenisnya karena berpotensi membahayakan,” tegas Astono.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Bondowoso: Pemkab Harusnya Punya Rencana Terukur Untuk Infrastruktur

Selain benda tajam, cairan dengan volume lebih dari 100 mililiter juga dilarang masuk ke dalam kabin pesawat.

Termasuk di dalamnya bahan makanan segar seperti daging, susu, serta benda yang mengandung gas.

Barang-barang tersebut dipastikan akan disita saat pemeriksaan di bandara.

Astono juga mengingatkan jemaah agar lebih bijak dalam membawa perlengkapan ibadah.

 Untuk kebutuhan sunnah ihram, misalnya, tidak perlu setiap orang membawa alat potong kuku.

 “Cukup satu regu satu saja, bisa digunakan bergantian. Termasuk shampo, sebaiknya pakai yang sachet agar tidak mubazir dan tidak disita,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa barang yang sering dianggap sepele juga masuk kategori larangan.

Seperti madu, telur, hingga cairan herbal seperti habbatussauda atau sejenisnya jika dalam kemasan besar. 

Baca Juga: Dispendik Bondowoso Bongkar SK Ganda Dua Pegawainya, Penempatan Janggal Terkuak hingga Dugaan Maladministrasi Didalami

Namun, jika dalam kemasan kecil di bawah 100 mililiter, masih diperbolehkan.

Khusus bagi jemaah pria perokok, Astono memberikan perhatian khusus.

Ia menegaskan bahwa semua jenis korek api, termasuk vape atau rokok elektrik, tidak diperbolehkan dibawa.

Sementara rokok masih diizinkan, namun dengan batas maksimal 200 batang atau sekitar dua slop per orang. “Kalau lebih dari itu, pasti akan disita,” ujarnya.

Selain itu, power bank juga menjadi perhatian.

Jemaah diperbolehkan membawa, namun kapasitasnya tidak boleh lebih dari 20.000 mAh dan harus disimpan di tas kabin. 

Jika melebihi batas tersebut, petugas tidak segan untuk menyita.

Astono juga mengingatkan agar jemaah tidak membawa obat-obatan dalam jumlah besar tanpa resep dokter, serta menghindari barang dengan bau menyengat seperti durian, terasi, dan sejenisnya.

Ia berharap seluruh jemaah bisa mematuhi aturan demi kelancaran perjalanan ibadah.

“Ini demi kenyamanan dan keamanan bersama. Jangan sampai niat ibadah terganggu hanya karena barang bawaan yang tidak sesuai aturan,” pungkasnya. (faq)

 

 

Editor : Faqih Humaini
#Haji #Bondowoso