Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemangkasan Dana Desa dan Minimnya Desa Mandiri, Sekda Bondowoso: Diminta Tak Bergantung pada Anggaran Saja

Ilham Wahyudi • Senin, 11 Mei 2026 | 12:21 WIB
Fathur Rozi
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso
Fathur Rozi Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso
radar jember - PEMANGKASAN Dana Desa tak lantas dianggap vonis bagi masa depan desa-desa di Bondowoso.
Di tengah tekanan anggaran yang menyusut drastis, Pemkab justru menantang pemerintah desa untuk membuktikan, bahwa kemajuan tak selalu bergantung pada besarnya dana, melainkan pada kreativitas, tata kelola, dan keberdayaan masyarakat.
Penurunan Dana Desa (DD) menjadi tantangan serius bagi pembangunan wilayah pedesaan di Bondowoso.

Baca Juga: Kemenkes RI Terbitkan Surat Ijin Operasional Untuk RSUD dr H Koesnadi Bondowoso

Namun, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan kondisi tersebut bukan alasan untuk menurunkan target kemajuan desa.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menilai status dan kategori desa tetap menjadi tolok ukur penting dalam membaca kemajuan suatu wilayah, meski ruang fiskal kini semakin terbatas.
Menurut dia, berkurangnya dana transfer desa memang menjadi tekanan nyata. Tetapi, peluang meningkatkan kategori desa tetap terbuka selama pemerintah desa mampu bekerja lebih keras dan kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada.
"Pembangunan itu tidak selalu dan melulu soal uang, tetapi bagaimana kita mendorong keberdayaan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Tegaskan Sudah Sesuai Prosedur dan Regulasi, RSUD Koesnadi Bondowoso Buka Suara Soal Rekrutmen Nakes

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa arah pembangunan desa ke depan tidak bisa lagi semata bertumpu pada besarnya anggaran. Bondowoso ingin mendorong desa lebih adaptif, inovatif, dan mampu memaksimalkan potensi lokal meski dalam keterbatasan fiskal.

Fathur menegaskan, pemerintah daerah tidak akan membiarkan desa berjuang sendiri menghadapi tekanan tersebut. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pembinaan akan diperkuat, mulai dari tata kelola kelembagaan hingga penguatan sektor ekonomi desa.

Fokusnya bukan hanya memastikan administrasi berjalan, tetapi juga membangun fondasi desa agar lebih mandiri dan berdaya saing. "Kita kawal bersama. Jadi desa tidak berjalan sendiri; mereka didampingi oleh Pendamping Desa dan juga Pemerintah Daerah," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #Bondowoso hari ini #Sekda Bondowoso #Bondowoso