BADEAN, Radar Ijen – RSUD dr H Koesnadi Bondowoso angkat bicara terkait sorotan publik atas proses rekrutmen tenaga kesehatan non ASN BLUD tahun 2026. Melalui keterangan resmi, manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur RSUD, dr. Yus Priatna, menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat terhadap proses rekrutmen tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian publik terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses rekrutmen dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas.
“Seluruh tahapan rekrutmen telah dilaksanakan sesuai mekanisme, ketentuan, dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Terkait sorotan tidak dicantumkannya nilai tes tertulis pada formasi perawat, pihak RSUD memberikan penjelasan. Menurut Yus Priatna, peserta sebenarnya telah mengetahui hasil nilai saat ujian berlangsung.
“Seluruh peserta formasi perawat telah mengetahui nilai hasil tes tulis secara langsung pada saat pelaksanaan ujian berbasis komputer,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta perawat juga langsung mengikuti tahapan berikutnya berupa tes keterampilan. Karena itu, pengumuman difokuskan pada peserta yang melaju ke tahap lanjutan.
Baca Juga: Jembatan Desa di Bondowoso Ini Harus Segera Selesai! Ditarget Rampung Sebelum Musim Hujan
“Perbedaan mekanisme pengumuman dengan formasi lain merupakan bagian dari teknis pelaksanaan seleksi yang disesuaikan kebutuhan masing-masing formasi,” imbuhnya.
Menanggapi isu dugaan titipan, pihak RSUD memastikan proses seleksi berjalan independen. “Kami memastikan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara independen dan bebas dari praktik titipan, nepotisme, maupun intervensi pihak mana pun,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan soal penandaan nomor peserta. “Itu merupakan bagian dari kebutuhan teknis administrasi panitia dan tidak berkaitan dengan perlakuan khusus,” katanya.
Lebih lanjut, RSUD menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik dari masyarakat, termasuk tenaga medis dan DPRD. “Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi demi penyempurnaan proses rekrutmen ke depan agar semakin baik dan transparan,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi