TAMAN KROCOK, Radar Ijen - Di tengah banyaknya infrastruktur desa yang mulai rapuh dimakan usia dan cuaca, Polres Bondowoso turun langsung membangun serta memperbaiki jembatan penghubung antar wilayah.
Melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.
Polres Bondowoso bergerak cepat memperbaiki infrastruktur desa yang rusak. Tak hanya melakukan perbaikan, kepolisian juga membangun satu jembatan baru penghubung antar desa di Kecamatan Sukosari.
Sementara itu, enam jembatan lain yang mengalami kerusakan kini dalam proses perbaikan. Letaknya tersebar di Kecamatan Tamankrocok, Jambesari Darus Sholah (DS), dan Maesan.
Baca Juga: Ketimpangan Pendidikan Bondowoso Harus Segera Tuntaskan!
Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah kerusakan yang dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama pada bagian pondasi jembatan yang mulai terkikis abrasi.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menjelaskan, perbaikan yang dilakukan tidak sekadar tambal sulam ringan.
Sejumlah titik mendapat pengaspalan ulang, peremajaan tiang pembatas jembatan, hingga penguatan pondasi.
Menurutnya, kondisi pondasi menjadi perhatian utama karena mengalami pengikisan di bagian samping akibat aliran air dan cuaca yang masih sering hujan meski sudah memasuki musim kemarau.
"Kalau kita biarkan di musim, kalau dibilang musim kemarau tapi situasi di Bondowoso masih ada hujan," katanya.
Kerusakan tersebut dinilai berisiko memutus akses antar desa apabila tidak segera ditangani.
Baca Juga: Kopi Bondowoso Masih Jadi Sasaran Pasar Global, Investor Asal Singapura Datang Langsung ke Ijen
Karena itu, Polres memilih bergerak cepat dengan menggandeng Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
AKBP Aryo menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor sekaligus tindak lanjut arahan pimpinan Polri yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan akses masyarakat di daerah.
Fokus utama program itu adalah membuka dan menjaga jalur transportasi warga, terutama di wilayah terpencil yang sangat bergantung pada konektivitas antar desa.
Karena itulah, jembatan yang menjadi sasaran perbaikan merupakan akses vital yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.
"Mudah-mudahan sebelum hari Bhayangkari sudah selesai dan bisa kita resmikan," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi