KADEMANGAN, Radar Ijen - Peran strategis partai politik dalam menjembatani aspirasi masyarakat menjadi sorotan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga diharapkan memperkuat fungsi partai dalam sistem demokrasi.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Selain sebagai pilar stabilitas, partai juga dituntut mampu menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara nyata.
Baca Juga: Punya Topeng Konah, Pemkab Bondowoso Malah Pilih Remo Sutinah?
“Partai politik harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi jembatan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan partai tidak hanya diukur dari kekuatan organisasi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Oleh karena itu, Muscab harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk merumuskan langkah strategis yang lebih konkret dan berdampak luas.
Dalam konteks pembangunan daerah, Abdul Hamid Wahid menekankan pentingnya kolaborasi antara partai politik dan pemerintah.
Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat realisasi program pembangunan serta menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.
Menurutnya, dinamika perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal yang tidak terhindarkan.
Namun, hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghambat dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS
Ia mengajak seluruh elemen untuk tetap mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.
Lebih jauh, Bupati berharap Muscab PPP Bondowoso mampu melahirkan kepengurusan yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.
Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa energi positif dalam memperkuat peran partai di tengah masyarakat. “Momentum Muscab ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fungsi partai sebagai penghubung aspirasi masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi