Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Genjot Infrastruktur Permukiman Bondowoso di Tahun 2026, Dari Air Minum hingga RTLH

Faqih Humaini • Selasa, 5 Mei 2026 | 10:59 WIB
DIKERJAKAN: Para pekerja saat mengerjalan jalan lingkungan di salah satudesa sesuai program yang sudah digarap. (FAQIH HUMAINI)
DIKERJAKAN: Para pekerja saat mengerjalan jalan lingkungan di salah satudesa sesuai program yang sudah digarap. (FAQIH HUMAINI)

 

DABASAH, Radar Ijen - Dinas Perumahan dan Permukiman, Tata Ruang (Perkim Ciptaru) Bondowoso mulai menggulirkan berbagai program strategis di tahun 2026.

Fokusnya mencakup penyediaan air minum, pengelolaan limbah, penanganan kawasan kumuh, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sejumlah program tersebut kini memasuki tahap pelaksanaan bertahap sesuai perencanaan anggaran.

Baca Juga: BIKIN GEGER! Mayat Mr X Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Kawasan Sukowiryo Bondowoso

Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Perkim Ciptaru Bondowoso, Ika Novita Rini, menjelaskan bahwa program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi salah satu prioritas utama tahun ini.

Tercatat ada 15 lokasi yang direncanakan dengan target 250 sambungan rumah. 

"Saat ini sudah dalam tahap penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS),"katanya.

Selain itu, untuk Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL), pihaknya telah memulai pekerjaan berupa pembangunan unit MCK. Progres fisik saat ini telah mencapai sekitar 15 persen. Program ini diharapkan mampu meningkatkan sanitasi lingkungan masyarakat secara signifikan.

Di sektor penanganan kawasan kumuh, Perkim Ciptaru mengerjakan pembangunan jalan lingkungan melalui paving dan aspal AC-WC.

Baca Juga: Mudahkan Wisatawan! Transaksi Non Tunai Makin Digenjot Untuk Objek Wisata di Bondowoso

Terdapat 28 lokasi yang ditangani, dengan 59 titik paving yang sudah berjalan. 

Hingga kini, progres pekerjaan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen dan terus dikebut agar selesai tepat waktu.

Sementara itu, program RTLH tahun 2026 menyasar 114 unit rumah. Saat ini prosesnya masih dalam tahap pembukaan rekening penerima bantuan. Skema pelaksanaan tetap mengedepankan pola swadaya masyarakat dengan dukungan material dari pemerintah daerah.

Tak hanya itu, penanganan rumah terdampak bencana juga terus dilakukan.

Dari total 9 unit yang direncanakan, sebanyak 4 unit telah selesai dikerjakan. 

Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan seperti Prajekan, Jambesari, Maesan, Wringin, hingga Botolinggo. Sisanya masih dalam proses pengerjaan bertahap.

Novita menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat Bondowoso.

“Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan sesuai tahapan, mulai dari perencanaan hingga fisik, agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan, beberapa kegiatan seperti drainase yang mencakup 7 lokasi masih menyesuaikan dengan standar harga satuan sebelum masuk tahap pelaksanaan. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #rtlh #Bondowoso