Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Transformasi Posyandu Dimulai dari Sosialisasi, Begini Kata Ketua Pembina Posyandu Bondowoso, Hj. Khodijatul Qodriyah Hamid

Faqih Humaini • Kamis, 30 April 2026 | 17:27 WIB
CEK LANGSUNG: Ketua TP PKK Kab. Bondowoso Khodijatul Qodriyah saat meninjau proses pelayanan Posyandu di Desa Tegal Ampel. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
CEK LANGSUNG: Ketua TP PKK Kab. Bondowoso Khodijatul Qodriyah saat meninjau proses pelayanan Posyandu di Desa Tegal Ampel. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

TEGALAMPEL, Radar Ijen – Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, menjadi titik awal penguatan transformasi layanan posyandu berbasis enam SPM.

Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesepahaman terhadap arah baru pelayanan dasar yang lebih terintegrasi.

Ketua Pembina Posyandu Bondowoso, Hj. Khodijatul Qodriyah Hamid, menegaskan bahwa tahapan paling krusial dalam transformasi ini adalah sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat.

Baca Juga: Mobil Pikap KDMP Sudah Datang di Bondowoso, Tapi Belum Dapat Digunakan Secara Langsung?

“Yang pertama adalah sosialisasi dulu supaya kita ada kesepahaman,” ujarnya, kemarin (29/04).

Menurutnya, transformasi posyandu tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman yang sama antara pemerintah dan masyarakat.

Program enam SPM yang mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum, serta perumahan dan permukiman harus dipahami sebagai kebutuhan bersama.

Ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak boleh bersifat top-down atau sekadar program formalitas. Masyarakat harus merasa memiliki dan membutuhkan layanan tersebut. “Bagaimana mendekatkan layanan standar minimal ini kepada masyarakat sehingga mereka merasa ini kebutuhan, bukan paksaan,” imbuhnya.

Baca Juga: Gus Baha Beberkan Rahasia Haji Murah Lewat Jalur Nabung Konsisten

Dalam pelaksanaan di Desa Tegalampel, Khodijatul mengaku optimistis melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

Hal itu tercermin dari kehadiran lintas kelompok usia, mulai dari balita, remaja, usia produktif, hingga lansia yang ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan posyandu.

“Alhamdulillah luar biasa, hadir semua, mulai dari balita, usia produktif, hingga lansia,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi indikator awal bahwa transformasi posyandu dapat diterima oleh masyarakat jika dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat juga menjadi modal penting dalam mewujudkan layanan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi lapangan guna memastikan implementasi program berjalan sesuai harapan. Pendampingan langsung ke desa-desa akan terus dilakukan sebagai bentuk penguatan.

“Akan kita lakukan monitoring juga seperti ini. Harapannya ada kesinambungan supaya hasilnya bisa maksimal,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa konsep posyandu saat ini tidak lagi parsial atau terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak. Melainkan telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu berbasis siklus hidup.

“Generasi berkualitas itu tidak hanya dilihat dari sisi kesehatan, tetapi harus terintegrasi secara menyeluruh,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#hari posyandu nasional #posyandu #Bondowoso