Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Petugas SPPG di Bondowoso Antarkan MBG ke SD Pinggiran,

Ilham Wahyudi • Selasa, 28 April 2026 | 20:29 WIB
CERIA: Abdul Malik, petugas distribusi MBG SPPG Wringin II menyapa para siswa di SDN Banyuwulu 4, mereka tampak sudah akrab.(ILHAM WAHYUDI)
CERIA: Abdul Malik, petugas distribusi MBG SPPG Wringin II menyapa para siswa di SDN Banyuwulu 4, mereka tampak sudah akrab.(ILHAM WAHYUDI)

 

RADAR JEMBER - SUARA anak-anak terdengar riuh di sela waktu istirahat. Di ruang kelas sederhana itu, wajah-wajah polos tampak sumringah.

Bagi sebagian dari mereka, momen makan di sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan sesuatu yang dulu jarang didapat.

Penjaga Sekolah SDN Banyuwulu 4, Surajak Mengatakan, sejak adanya program makan bergizi gratis (MBG) para siswa lebih bersemangat untuk datang ke sekolah.

Baca Juga: Melihat Distribusi MBG di Wilayah Pinggiran Bondowoso, Dikemas Prasmanan Pakai Wadah Khusus

Letak sekolah yang berada di pelosok membuat akses kebutuhan pokok tidak mudah. Pasar jauh, distribusi terbatas. Menu harian keluarga pun seadanya. “Kalau di rumah jarang makan ikan. Paling ikan kering,” ujar salah satu guru.

Tak heran, saat makanan bergizi hadir lewat program MBG, respons anak-anak begitu antusias. Lauk seperti daging atau telur menjadi sesuatu yang istimewa. “Kalau dapat daging itu, makannya sampai penuh. Senang sekali,” katanya.

Di sekolah itu, tercatat ada 94 siswa, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Mereka berasal dari dua wilayah yang berbatasan langsung antara Banyumulu dan Gubri.

Baca Juga: Rekomendasi Oleh-oleh Haji Yang Wajib Dibeli

Meski penuh keterbatasan, kehadiran program MBG menjadi angin segar. 

Bagi anak-anak yang sebelumnya kerap datang ke sekolah dalam kondisi lapar, program itu memberi dampak nyata. “Anak-anak sekarang tenang. Sudah makan, jadi belajarnya enak,” katanya.

Sebagian siswa, tak langsung menghabiskan makanan yang diberikan, lewat program MBG. Ada yang menyisihkan di dalam kotak kecil untuk dibawa pulang. Seperti yang dilakukan oleh Nurhayati, siswi SDN Banyuwulu 4. “Mau dikasih ke ibu, biar tahu juga gimana rasanya,” ujarnya.

Hal yang sama dilakukan oleh Fatwatul Nabilah, siswa SDN Banyuwulu 4 lainnya. Dia juga mengaku biasanya membawa sebagian menu ke rumahnya. Setiap hari, dia harus menempuh jarak kurang lebih satu kilometer, melewati area persawahan dan jalan ekstrim.

Meski demikian, hal itu dilakukan dengan senang hati, apalagi setelah ada program MBG. “Punya saya dikasih ke orang tua. Biar mencoba juga,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #Bondowoso