BADEAN, Radar Ijen - RSUD dr H Koesnadi berhasil melakukan bedah bariatrik pertama di Bondowoso. Hal itu merupakan kemajuan dalam layanan kesehatan yang sebelumnya hanya ada di kota besar.
Direktur rumah sakit, dr Yus Priyatna A SpP FISR menjelaskan bahwa bedah bariatrik merupakan metode operasi minimal invasif untuk mengecilkan ukuran lambung sehingga membantu pasien menurunkan berat badan secara signifikan. "ini untuk pasien dengan diagnosa kelebihan berat badan yang berisiko tinggi terhadap berbagai penyakit serius," jelasnya.
Baca Juga: Kabupaten Bondowoso Hanya Punya 19 Persen Fasum Ruang Terbuka Hijau, Jauh dari Kata Layak?
Dokter Yus menambahkan, keberhasilan pada tindakan tersebut mencerminkan kesiapan fasilitas serta kompetensi tim medis RSUD dr H Koesnadi dalam menangani tindakan bedah kompleks.
"Untuk tindakan bedah bariatrik ini dipimpin oleh dokter subspesialis bedah digesif, dr Mochammad Syahroni SpB-KBD, dengan menggunakan teknik laparoskopi sleeve gastrectomy," imbuhnya.
Baca Juga: Bakar Sampah di Pinggir Jalan Bikin Ganggu Pengendara dan Wisatawan yang Hendak ke Pantai di Pesisir Selatan Jember,
Teknik laparoskopi memiliki sejumlah keunggulan, yakni luka sayatan yang lebih kecil, risiko komplikasi yang lebih rendah serta waktu pemulihan yang relatif lebih cepat. RSUD dr H Koesnadi juga menggunakan teknologi modern berupa alat Echelon 3000, yang membantu meningkatkan presisi tindakan bedah sekaligus meminimalkan risiko komplikasi.
Pemanfaatan teknologi modern tersebut merupakan salah satu bukti komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis inovasi dan standar mutu yang tinggi.
Menurut dr Yus, keberhasilan ini merupakan langkah awal dalam pengembangan layanan bedah lanjutan di daerah.
"Kehadiran layanan bariatrik semoga dapat menjadi solusi bagi masyarakat Bondowoso, khususnya pasien dengan obesitas berat. Tidak harus dirujuk ke luar daerah, di RSUD dr H Koesnadi sudah bisa melayani dengan baik," pungkasnya. (kr/bud)
Editor : M. Ainul Budi