radar jember - KEBERADAAN 22 titik blank spot di Kabupaten Bondowoso tidak hanya berdampak pada komunikasi warga, tetapi juga mempengaruhi sektor pendidikan.
Sejumlah sekolah di wilayah pelosok harus menghadapi keterbatasan akses internet yang berdampak pada proses belajar mengajar.
Di tengah kebutuhan pembelajaran berbasis digital yang semakin meningkat, sekolah-sekolah di daerah tanpa sinyal mengalami kendala dalam mengakses materi daring.
Bahkan, siswa kerap harus mencari titik tertentu di luar desa untuk sekadar mengunduh bahan pelajaran. Temuan di lapangan salah satunya di SDN Rejoagung 5.
Data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso mencatat, 22 titik blank spot tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Tamanan dan Taman Krocok. Di Kecamatan Tamanan meliputi tiga dusun di Desa Mengen, enam dusun di Desa Tamanan, serta tujuh dusun di Desa Sumber Kemuning.
Sementara di Kecamatan Taman Krocok, blank spot ditemukan di satu dusun di Desa Taman Krocok, tiga dusun di Desa Kretek, dan tiga dusun di Desa Gentong.
Kondisi geografis berupa pegunungan menjadi salah satu faktor utama sulitnya jaringan masuk ke wilayah tersebut.
Kabid Teknologi Informatika Diskominfo Bondowoso, Eka Kusuma Astuti, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mencari solusi agar akses komunikasi di wilayah tersebut dapat terpenuhi secara bertahap.
“Penyebab utamanya karena lokasi terpencil dengan topografi pegunungan, sehingga cukup sulit dijangkau jaringan,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenhaj Sebut Kasus CJH Pasutri Lumajang Murni Penipuan, Begini Penjelasannya
Menurutnya, Diskominfo telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencari dukungan pembangunan infrastruktur jaringan di titik-titik tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga memaksimalkan anggaran yang ada, meski saat ini masih difokuskan pada kebutuhan jaringan untuk fasilitas layanan publik seperti OPD, kecamatan, dan puskesmas yang telah terhubung melalui fiber optik di puluhan titik. “Ke depan, kami tetap berupaya agar wilayah blank spot ini bisa terjangkau layanan komunikasi, termasuk untuk mendukung kegiatan pendidikan,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi