Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

BPBD Bondowoso Terus Dorong Pemerataan Destana

Faqih Humaini • Jumat, 24 April 2026 | 13:43 WIB
MENGIKUTI: Sejumlah pemuda di Desa/Kecamatan Binakal saat mengikuti pembentukan destana. (BPBD)
MENGIKUTI: Sejumlah pemuda di Desa/Kecamatan Binakal saat mengikuti pembentukan destana. (BPBD)

 

BINAKAL, Radar Ijen – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso terus mendorong pemerataan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di seluruh wilayah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan manfaat kesiapsiagaan bencana bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat desa.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan bahwa keberadaan Destana tidak hanya penting saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko sejak dini.

Baca Juga: Masih Banyak yang Terkendala Lahan? Melihat Perkembangan KDKMP di Bondowoso

 Karena itu, pemerataan menjadi fokus utama agar tidak ada desa yang tertinggal.

“Destana ini manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Mulai dari pemahaman risiko, kesiapan evakuasi, sampai kemampuan penanganan awal,” ujarnya.

Menurutnya, desa yang telah memiliki Destana terbukti lebih siap menghadapi potensi bencana.

 Masyarakat menjadi lebih tanggap, tidak panik, serta mampu mengambil langkah cepat sebelum bantuan dari luar datang.

Sebaliknya, desa yang belum memiliki Destana cenderung masih bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

Baca Juga: Mencetak Generasi Unggul di Era Digital: UT Jember Lepas 764 Wisudawan dan Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemkab Bondowoso

Kondisi ini dinilai berisiko memperlambat penanganan saat terjadi bencana, terutama pada fase awal yang krusial.

Karena itu, BPBD terus melakukan pemetaan dan sosialisasi agar pembentukan Destana bisa menjangkau seluruh desa di Bondowoso.

Salah satunya melalui kegiatan di Desa Binakal, Kecamatan Binakal, Senin (20/4), yang menjadi bagian dari upaya perluasan jangkauan program.

“Target kami seluruh desa bisa terbentuk Destana secara bertahap. Jadi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu saja,” tegasnya.

Selain pemerataan, BPBD juga memastikan setiap Destana yang terbentuk dapat berjalan aktif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kristianto menambahkan, dengan semakin luasnya cakupan Destana, diharapkan risiko dan dampak bencana di Bondowoso dapat ditekan secara signifikan. “Kalau semua desa siap, maka penanganan bencana akan jauh lebih cepat dan efektif,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#destana #BPBD #Bondowoso